Audit Laporan Keuangan 2020, PAM Mineral Raup Laba Rp 32 Miliar

Kompas.com - 18/08/2021, 15:22 WIB
Salah satu usaha pertambangan anak usaha PAM Mineral di Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/7/2021). Dokumentasi PAM MineralSalah satu usaha pertambangan anak usaha PAM Mineral di Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan laba bersih di tahun 2020 sebesar Rp 32 miliar.

Nilainya lebih tinggi 12,5 persen dibandingkan laporan keuangan in house 2020, yang telah diterbitkan NICL pada laporan sebelumnya, yang hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 28,4 miliar.

Sedangkan laba opersional saat diaudit sebesar Rp 45,8 miliar atau lebih tinggi 36,6 persen dibandingkan dengan laporan keuangan in house 2020, yang telah diterbitkan NICL pada laporan sebelumnya yang mencatatkan laba operasional sebesar Rp 33,5 miliar.

Baca juga: Bisnis Bijih Nikel Menjanjikan, PAM Mineral Optimistis Raih Laba hingga 263 Persen

Corporate Secretary NICL Suhartono mengatakan, peningkatan ini disebabkan adanya penurunan nilai beban pokok penjualan pada laporan in house 2020, yang tercatat sebesar Rp 147,9 miliar.

Sedangkan berdasarkan laporan audit NICL, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 116,6 miliar atau lebih rendah 21,2 persen.

"Perseroan berkeyakinan kinerja operasional pada tahun 2021 akan lebih meningkat dibandingkan dengan tahun 2020. Selain itu kinerja operasional diperkuat oleh semakin meningkatnya harga nikel di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020," ujar Suhartono melalui keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Sementara, margin gross profit dan operating profit NICL masing-masing sebesar 50,3 persen dan 36,6 persen.

Selain itu, total nilai aset lancar NICL pada akhir audit sebesar Rp 124,1 miliar, lebih tinggi 11,9 persen dibandingkan dengan nilai aset lancar pada buku in house 2020 sebesar Rp 110,8 miliar.

Baca juga: 4 Bank Besar Panen Laba pada Paruh Pertama 2021, Siapa Juaranya?

Kondisi tersebut disebabkan karena posisi nilai uang muka dan dibayar di muka yang mengalami kenaikan dari Rp 1,9 miliar menjadi Rp 23,0 miliar.

Secara keseluruhan, NICL mencatatkan nilai total asetnya sebesar Rp 189,7 atau lebih tinggi 7,7 persen dari laporan keuangan in house.

Di sisi lain, NICL mencatatkan nilai utang sebesar Rp 82,9 miliar atau lebih tinggi sebesar 11,7 persen dari yang tercatat di posisi laporan keuangan in house 2020.

Menurut dia, peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan posisi utang jangka pendek sebesar 12,3 persen dari Rp 69,8 miliar menjadi Rp 78,4 miliar.

NICL juga mencatatkan nilai ekuitas Rp 106,7 miliar atau sebesar 4,7 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Mandiri Dorong Nasabah Beralih ke Super App Livin’ by Mandiri, Apa Saja Fiturnya?

Bank Mandiri Dorong Nasabah Beralih ke Super App Livin’ by Mandiri, Apa Saja Fiturnya?

Rilis
Ini Langkah Kemenhub dalam Pembukaan Travel Bubble di Batam dan Bintan

Ini Langkah Kemenhub dalam Pembukaan Travel Bubble di Batam dan Bintan

Whats New
IHSG Sesi I DItutup Melorot 1,47 Persen, Asing Lepas BBRI, ARTO, dan BBCA

IHSG Sesi I DItutup Melorot 1,47 Persen, Asing Lepas BBRI, ARTO, dan BBCA

Whats New
Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Whats New
Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Whats New
Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Spend Smart
Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Whats New
Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Whats New
Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Whats New
Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Whats New
Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Whats New
Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Whats New
Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.