Suntikan Modal untuk BUMN yang Telah Cair Rp 6,2 Triliun dari Alokasi Rp 52 Triliun

Kompas.com - 30/08/2021, 17:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat berdiskusi dengan para petani di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021). Dok. Kementerian BUMNMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat berdiskusi dengan para petani di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengajukan delapan perusahaan pelat merah ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapat suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) di tahun ini.

Total alokasi anggaran untuk PMN di 2021 mencapai Rp 52 triliun, termasuk di dalamnya usulan tambahan PMN senilai Rp 16,9 triliun yang masuk di pertengahan tahun ini.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dari 8 perusahaan pelat merah yang diajukan ke Kemenkeu, PMN yang baru cair hanya untuk PT Hutama Karya (Persero) senilai Rp 6,2 triliun.

Baca juga: Ini 12 BUMN yang Akan Dapat PMN Tahun Depan

Hutama Karya pada tahun ini diusulkan Erick untuk mendapat suntikan dana Rp 15,2 triliun karena adanya tambahan Rp 9 triliun dipertengahan tahun.

"Kami melaporkan, sampai hari ini yang sudah cair itu Rp 6,2 triliun untuk Hutama Karya, yang lainnya masih proses," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (20/8/2021).

Adapun ketujuh BUMN lain yang menunggu cairnya PMN tahun ini yakni PT Pelindo III (Persero) senilai Rp 1,2 triliun, lalu PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) Rp 470 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau KIW senilai Rp 977 miliar, PT PAL Indonesia (Persero) Rp 1,28 triliun, PT PLN (Persero) Rp 5 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Rp 7,9 triliun, serta IFG BPUI Rp 20 triliun.

Khusus untuk IFG dan Waskita Karya, PMN yang diberikan bakal digunakan untuk restrukturisasi. IFG akan restrukturisasi untuk penyelamatan Jiwasraya, sementara Waskita Karya restrukturisasi untuk utang perseoran, modal kerja, dan investasi jalan tol.

Baca juga: Erick Thohir Minta Tambahan PMN 2021 Rp 33,9 Triliun, Ini Rinciannya

Sedangkan, pada BUMN lainnya dana PMN yang diberikan akan digunakan untuk penugasan proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, kawasan industri terpadu, hingga membangun listrik di desa.

"Jadi PMN ini sebagian besar memang untuk penugasan dan sebagian restrukturisasi," kata Erick.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.