OJK Susun Aturan Stock Split dan Reverse Stock, Apa Untungnya bagi Investor?

Kompas.com - 03/09/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi BEI KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direkur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengatur terkait dengan rencana penerapan aturan stock split (pemecahan nilai saham) dan reverse stock (penggabungan saham).

Jika aturan ini diberlakukan, emiten-emiten tidak bisa lagi secara sembarangan melakukan stock split dan reverse stock karena akan ada beleid yang mengatur terkait dengan hal tersebut.

“Rencana aturan stock split dan reverse stock adalah aturan yang dikeluarkan dan sedang dibahas oleh OJK. Latar belakang dikeluarkannya aturan ini adalah agar dapat memberikan kepastian hukum bagi perusahaan tercatat dalam melaksanakan stock split dan reverse stock,” jelas Nyoman kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Mantan Dirut BEI Berharap Tak Ada Kontrol Harga pada Individual Saham

Nyoman bilang, aturan ini diharapkan dapat melindungi kepentingan investor.

Namun demikian, terkait aturan tersebut, BEI juga akan mempertimbangkan substansinya dan melakukan dengar pendapat dengan perusahaan tercatat.

“Dalam upaya melindungi kepentingan investor, Bursa juga akan melakukan evalusi atas pelaksanaan stock split dan reverse stock ini. Bursa juga tidak hanya mempertimbangkan pemenuhan persyaratan, tetapi juga substansinya,” jelas Nyoman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nyoman mengatakan, pelaksanaan stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham dengan cara memperbanyak jumlah saham yang beredar.

Cara tersebut dinilai dapat meningkatkan daya beli investor atas saham yang sudah relative mahal sehingga memberikan kesempatan investor ritel untuk berinvestasi.

Baca juga: BEI: Rp 82,9 Triliun Obligasi dan Sukuk Berpotensi Diterbitkan pada 2021

Sedangkan reverse stock dilaksanakan dalam rangka adanya kebutuhan dan pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan sehubungan dengan penambahan modal perusahaan tercatat.

Ada konsekuensi, jumlah saham berkurang sesuai rasionya, tetapi harga saham per lembar meningkat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.