Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Reksa Dana di Era Old Economy vs New Economy

Kompas.com - 03/09/2021, 15:09 WIB
ilustrasi investasi FREEPIK/JCOMPilustrasi investasi

Sementara untuk perusahaan yang model bisnisnya belum terbukti atau kenaikan harganya lebih mengandalkan sentimen atau hype sesaat, ketika harganya turun belum tentu menarik bagi investor.

Sebab dari awal orang memang belum yakin itu mobil Mercy, jadi ketika turun, sebelum benar-benar yakin dengan mereknya orang mungkin akan menghindari dulu. Untuk itu, kemungkinan harga untuk berpotensi kembali di masa depan lebih berat.

Dengan pertimbangan tersebut, tidak sedikit juga reksa dana saham yang portofolio investasinya masih didominasi saham-saham old economy.

Namun konsekuensinya, untuk kinerja sejak awal tahun, rata-rata masih di bawah IHSG yang tahun ini lebih banyak digerakkan saham new economy.

Meski demikian, ada keyakinan bahwa yang namanya rotasi itu selalu terjadi di sektor saham. Tidak mungkin ada sektor yang naik terus menerus sebaliknya tidak mungkin juga ada sektor yang turun terus menerus.

Baca juga: Seberapa Cuan Reksa Dana Campuran Saat Pandemi?

Valuasi saham yang sudah murah, aktivitas ekonomi yang mulai pulih perlahan, laporan keuangan juga membaik, kombinasi dari faktor-faktor tersebut dipercaya akan menjadi pendorong positif untuk harga saham old economy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana untuk Investor Reksa Dana?

Di Indonesia, beberapa manajer investasi secara terbuka atau menginformasikan dalam materi penawarannya bahwa reksa dana yang mereka kelola akan masuk ke sektor new economy. Ada juga yang tidak menginformasikan, tapi sebenarnya sudah berinvestasi pada sektor ini.

Ada juga yang tetap percaya bahwa rotasi akan segera terjadi, sehingga daripada masuk ke new economy yang sudah mahal, lebih baik menunggu old economy untuk rebound.

Sebagai investor, terus terang sangat sulit untuk menentukan jenis reksa dana dengan strategi mana yang akan lebih unggul ke depannya. Opsi yang lebih baik adalah melakukan diversifikasi pada reksa dana dengan strategi yang berbeda.

Jadi mau old atau new economy yang naik, dia tetap mendapatkan keuntungannya meski bukan yang paling maksimal.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.