Simak Rincian Relaksasi Kredit Perbankan yang Diperpanjang hingga 2023

Kompas.com - 04/09/2021, 13:08 WIB
Ilustrasi kredit. SHUTTERSTOCKIlustrasi kredit.


JAKARTA, KOMPAS.com - Masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan resmi diperpanjang hingga tahun 2023 mendatang seiring adanya keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Batas relaksasi restrukturisasi kredit perbankan yang diputuskan OJK adalah 31 Maret 2023, setahun lebih lama dibandingkan masa relaksasi sebelumnya yang ditetapkan berakhir pada 31 Maret 2022.

Restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Kredit Perbankan, Apa Saja Stimulus yang Diberikan?

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai perpanjangan relaksasi kredit perbankan beserta rincian pemberlakuan kebijakan tersebut.

Alasan restrukturisasi kredit diperpanjang

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan bahwa keputusan itu diambil untuk terus menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, perpanjangan masa relaksasi restrukturisasi kredit juga dilakukan demi menjaga stabilitas perbankan serta kinerja debitur restrukturisasi Covid-19 yang sudah mulai mengalami perbaikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur termasuk pelaku UMKM,” kata Wimboh, dikutip dari laman resmi OJK pada Sabtu (4/9/2021).

“Untuk menjaga momentum itu dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Covid-19 maka masa berlaku relaksasi restrukturisasi kami perpanjang hingga 2023,” sambungnya.

Baca juga: Relaksasi Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, Ini Komentar Perbankan Nasional

Hingga saat ini, perbankan terus melanjutkan kinerja membaik, seperti pertumbuhan kredit yang positif mulai Juni dan angka Loan at Risk (LaR) yang menunjukkan tren menurun namun masih relatif tinggi.

Sedangkan angka Non Performing Loan (NPL) sedikit mengalami peningkatan dari 3,06 persen (Desember 2020) menjadi 3,35 persen (Juli 2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.