Sri Mulyani Ungkap Berbagai Pernyataan Obligor/Debitor BLBI, Ada yang Ngaku Tak Punya Utang

Kompas.com - 21/09/2021, 14:03 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sudah memanggil 24 obligor atau debitor penerima dana BLBI.

Namun, dia menuturkan, ada obligor atau debitor yang memenuhi panggilan satgas, tetapi mengaku tidak memiliki utang kepada negara.

"Ada yang hadir, tapi mereka mengatakan tidak punya utang kepada negara," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Progres Pelaksanaan Tugas Satgas BLBI, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Pemerintah Sita Harta Obligor BLBI Kaharudin Ongko Rp 110 Miliar

Sri Mulyani menuturkan, memang ada sebagian pihak yang menampik menerima dana BLBI pada tahun 1998 silam.

Padahal, meski bukan obligor, bisa saja pihak-pihak ini merupakan debitor yang meminjam dari bank yang menerima dana BLBI.

Sebagai informasi, obligor adalah pemilik bank yang mendapat dana BLBI untuk membantu bank tidak kolaps saat krisis moneter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara debitor adalah orang yang meminjam dana di bank yang mendapat dana BLBI.

"Ini yang kita tegaskan karena banyak juga yang menyatakan, 'Saya bukan obligor'. Tapi mungkin mereka adalah yang meminjam kepada bank, yang banknya kemudian harus di-bailout pemerintah," ucap Sri Mulyani.

Baca juga: Profil Nirwan Bakrie, Mantan Bos Lapindo yang Menunggak Utang BLBI

Di sisi lain, ada obligor atau debitor yang kooperatif diajak berdiskusi. Obligor ini mengaku punya utang dan menyusun rencana penyelesaian utang.

Selain itu, ada ada pula obligor yang hadir menemui satgas dan mengaku memiliki utang kepada negara.

Namun, rencana penyelesaian utang tidak realistis dan akhirnya ditolak tim satgas.

Lalu, ada obligor yang tidak hadir tapi menyampaikan surat janji untuk penyelesaian. Bahkan ada yang tidak hadir dan tidak berkirim surat apapun.

"Dalam hal ini, tim akan terus melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan landasan hukum yang ada untuk menagih hak negara," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.