Profil Nirwan Bakrie, Mantan Bos Lapindo yang Menunggak Utang BLBI

Kompas.com - 18/09/2021, 08:46 WIB
Warga korban lumpur Lapindo mengikuti acara silaturahim dan doa bersama, menandai peringatan 11 tahun bencana di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/5/2017). Sejak Mei 2006 silam, semburan lumpur telah menggenangi 16 desa di tiga kecamatan yang membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar hingga aktivitas perekonomian di Jawa Timur. AFP PHOTO / JUNI KRISWANTOWarga korban lumpur Lapindo mengikuti acara silaturahim dan doa bersama, menandai peringatan 11 tahun bencana di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/5/2017). Sejak Mei 2006 silam, semburan lumpur telah menggenangi 16 desa di tiga kecamatan yang membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar hingga aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anggota Keluarga Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie (Nirwan Bakrie) dan Indra Usmansyah Bakrie, tercatat sebagai obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang harus membayar kewajibannya ke negara.

Keduanya bersama empat pihak lain dipanggil oleh Satgas BLBI ihwal utang kepada negara senilai Rp 22,7 miliar. Dibandingkan obligor BLBI lainnya, kewajiban Keluarga Bakrie tersebut memang relatif lebih kecil. 

Empat pihak selain Nirwan Bakrie dan Indra Bakrie yakni PT Usaha Mediatronika Nusantara, Andrus Roestam Moenaf, Pinkan Warouw, dan Anton Setianto.

Mereka diminta menghadap Ketua Pokja Penagihan dan Litigasi Tim C untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada negara.

Baca juga: Grup Bakrie, Raja Batubara di Indonesia

"Menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya sebesar Rp 22.677.129.206 dalam rangka penyelesaian kewajiban debitur Bank Putera Multikarsa," seperti dikutip pengumuman yang ditandatangani Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban.

Profil Nirwan Bakrie

Adapun Nirwan Bakrie saudara kandung Aburizal Bakrie, mantan menteri dan eks Ketum Partai Golkar. Nirwan merupakan anak dari Achmad Bakrie, pendiri kelompok usaha Bakrie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama Nirwan Bakrie juga tercatat sempat menjadi CEO Lapindo Brantas Inc, perusahaan yang dituding jadi penyebab bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Lapindo sendiri merupakan anak usaha dari PT Energi Mega Persada, perusahaan dalam Grup Bakrie yang jadi Kontraktor Perjanjian Kerja Sama (KKKS) di Indonesia.

Baca juga: Sejarah Indosat: BUMN yang Dijual ke Singapura di Era Megawati

Pada tanggal 29 Mei 2006, lumpur panas tiba-tiba menyembur dari rekahan tanah yang lokasinya dekat dengan sumur Banjar Panji-1 milik PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Semburan lumpur rupanya tak bisa diatasi dalam setahun, sehingga menyebabkan lumpur menggenangi banyak desa, termasuk pabrik dan sawah di area tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.