Menteri Investasi Rayu Investor Eropa Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 21/09/2021, 19:16 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021) KOMPAS.COM/Tangkapan LayarMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia merayu para investor, khususnya investor asal Eropa untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu investasi yang ditawarkan adalah pembangunan baterai mobil listrik.

Menurut Menteri Investasi, Indonesia mempunyai bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan kendaraan listrik, kecuali baterai lithium. Namun saat ini kata dia, sudah ada investor Korea Selatan yakni Hyundai dan LG yang mulai membangun pabrik baterai mobil listrik.

Pada Desember tahun ini lanjut Bahlil, investor asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) juga akan masuk ke Indonesia untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik.

"Kami mengundang para investor dari Eropa untuk bisa mengambil bagian dalam industri baterai listrik. Kenapa ini saya tawarkan? Komponen bahan baku mobil itu terdiri dari empat, yaitu nikel, manga, kobalt, dan lithium. Di Indonesia mempunyai tiga jenis bahan baku yakni nikel, mangan, dan kobalt. Baterai lithiumnya kita ambil dari luar," kata dia secara virtual, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Investasi Ratusan Triliun Rupiah untuk Mobil Listrik Akan Datang ke Indonesia

Pemerintah pun menjanjikan para investor nantinya akan diberikan kemudahan dalam mengurus perizinan usaha dalam rangka investasi. Kemudahan yang ditawarkan mulai dari proses perizinan, insentif, serta lahan yang dibutuhkan para investor.

"Karena itu kami berkeyakinan, silahkan teman-teman untuk mengambil bagian berinvestasi, pemerintah akan hadir untuk mengurus izinnya, mengurus insentifnya. Bahkan jika perlu, mengurus tanahnya juga. Tambangnya bisa kita atur, yang penting ada komunikasi yang baik dengan pemerintah," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakinkan bahwa kolaborasi harus dibangun, baik antara investor maupun dengan BUMN, maupun dengan pengusaha-pengusaha nasional UMKM," lanjut dia.

Sebelumnya, pemerintah optimis bisa mencapai target investasi tahun 2021, sebesar Rp 900 triliun. Bahlil menyebutkan, perolehan investasi pada tahun ini sudah 49,2 persen dari target Rp 900 triliun.

Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II-2021 mencapai Rp 116,8 triliun atau 52,4 persen, hampir seimbang dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang jumlahnya Rp 106,2 triliun atau 47,6 persen.

Baca juga: Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.