Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Kompas.com - 22/09/2021, 11:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, hingga Agustus 2021 kondisi likuiditas perbankan sangat longgar. Bahkan tingkat likuiditas perbankan tercatat mencapai level terbesar yang pernah terjadi.

Dengan tingginya likuiditas, bank sentral meminta kepada perbankan untuk terus mendorong penyaluran kredit, guna membantu upaya pemulihan ekonomi nasional pemerintah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tingginya likuiditas terefleksikan pada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 32,67 persen.

Baca juga: Pengertian Likuiditas, Contoh, dan Mengapa Penting Bagi Perusahaan?

"Likuiditas yang tercermin dari alat likuid per DPK itu sangat besar dan juga terbesar yang pernah terjadi, yaitu 36,27 persen," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/9/2021).

"Ini melimpah, sehingga likuiditas di perbankan sangat tinggi," tambahnya.

Longgarnya likuiditas selaras dengan injeksi yang telah dilakukan oleh bank sentral. Tercatat BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp 122,30 triliun pada hingga 17 September 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Perry menyebutkan, Bank Indonesia melanjutkan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2021 sebesar Rp 139,84 triliu, yang terdiri dari Rp 64,38 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

Baca juga: Lagi, Bank Indonesia Minta Bank Turunkan Suku Bunga Kredit

Bukan hanya itu, DPK perbankan juga tercatat mengalami pertumbuhan signifikan hingga Agustus 2021, yakni sebesar 8,81 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Melihat indikator-indikator tersebut, Perry meminta kepada perbankan untuk terus melanjutkan fungsi intermediasinya, demi mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan likuiditas itu, kami mengajak perbankan salurkan kredit," ucap Perry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.