Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Prediksi Terjadi Deflasi 0,01 Persen pada September 2021

Kompas.com - 24/09/2021, 17:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan perkembangan harga komoditas di pasar relatif terjaga hingga pekan keempat September 2021.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga bank sentral, hingga pekan keempat September 2021 indeks harga konsumen (IHK) mengalami deflasi 0,01 persen secara month to month (mtm).

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,83 persen year to date (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63 persen (year on year/yoy),” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Kuasa Hukum Obligor BLBI Suyanto: Kenapa Baru 20 Tahun Kemudian Utang Ditagih?

Berdasarkan hasil pemantauan BI, deflasi pekan keempat September disebabkan naiknya harga sejumlah komoditas.

Telur ayam ras menjadi komoditas utama penyumbang deflasi, dengan penurunan sebesar -0,08 persen mtm, kemudian bawang merah dan cabai rawit masing-masing turun sebesar -0,03 persen mtm, cabai merah sebesar -0,02 persen mtm, serta bawang putih sebesar -0,01 persen mtm.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03 persen mtm, sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu," ucap Erwin.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen pada Agustus 2021 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen mom, lebih rendah dari inflasi bulan Juli 2021 yang sebesar 0,08 persen mom. 

Dengan demikian tingkat inflasi tahunan sebesar 1,59 persen yoy, dan dari awal tahun hingga bulan laporan (year to date) inflasi tercatat 0,84 persen.

Baca juga: Mengintip Bisnis Luhut, Menteri Jokowi yang Kaya Raya dari Batubara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+