Luhut Sebut PPKM Bakal Terus Diterapkan Selama Belum Ada Obat Covid-19

Kompas.com - 24/09/2021, 17:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021) KOMPAS.com/Ach. FawaidiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan terus diterapkan selama belum ditemukannya obat Covid-19.

Oleh sebab itu, Luhut meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di tempat umum, termasuk saat melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi darat, laut, dan udara.

"Kapan kita akan selesai PPKM? ya kalau ada obatnya (Covid-19). Kalau belum ada obatnya, ya kita pakai instrumen vaksin dengan aplikasi PeduliLindugi, dengan instrumen protokol kesehatan itu, memakai masker, jaga jarak ya semua itu," ujarnya dalam tayangan Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (24/9/2021).

Sebagaimana diketahui, pemerintah memutuskan kembali memperpanjang masa PPKM selama dua minggu hingga 4 Oktober 2021. Tiap pekannya, PPKM di seluruh wilayah akan terus dievaluasi.

Baca juga: Mengintip Bisnis Luhut, Menteri Jokowi yang Kaya Raya dari Batubara

Saat ini, sudah tidak terdapat kabupaten dan kota untuk wilayah Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM level 4.

Lebih lanjut Luhut menyebut penambahan kasus Covid-19 yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan berbagai intervensi (RT)m sudah di bawah 1 persen. Dengan demikian kata dia, Indonesia masuk kategori pandemi terkontrol atau stabil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun begitu, Luhut mengingatkan agar masyarakat tidak jumawa dan tetap mematuhi protokel kesehatan.

"Tadi RT-nya sudah 0,98, di bawah satu persen. Artinya, kita sudah masuk kepada pandemi stabil atau terkendali, kalau pakai parameter itu. Adanya parameter itu juga harus diikuti disiplin (protokol kesehatan) kita. Kalau kita tidak disiplin, parameter itu bisa berubah lagi," ujarnya.

Luhut juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 bukanlah aib yang mesti ditutupi. Jika pasien Covid-19 segera ditangani, akan mencegah penularan kepada orang lain.

"Ini semua berpulang kepada kita karena kalau kita sekarang kena, terus tidak segera dirawat, sebenarnya bisa mengorbankan orang lain. Jadi kesadaran ini harus dilihat dan tidak perlu dibuat ini aib, itu tidak. Karena (Covid-19) ini ke siapa saja bisa kena. Saya ke mana-mana selalu sampaikan, anak, menantu dan cucu saya juga kena (sempat positif Covid-19)," kata dia.

Luhut mengaku selalu melakukan tes PCR setiap 3 hari sekali. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Jubir: Pak Luhut Orangnya Sangat Terbuka, kalau Cuma Minta Klarifikasi Pasti Dijabanin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.