Hingga 16 September 2021, Kemenperin Sudah Terbitkan 16.650 IOMKI

Kompas.com - 28/09/2021, 14:25 WIB
Ilustrasi industri manufaktur KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi industri manufaktur
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan, hingga 16 September 2021, Kemenperin telah mengeluarkan 16.650 izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

"Hingga 16 September 2021, kami telah mengeluarkan 16.650 IOMKI, 5.711 diantaranya telah dicabut dan 86 yang dibekukan IOMKI-nya," ujar Eko dalam bincang-bincang Keterbukaan Informasi dalam IOMKI yang disiarkan secara virtual, dikutip Selasa (28/9/2021).

Menurut Eko, IOMKI mendukung seluruh aktivitas perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri sepanjang rantai nilainya. Mulai dari pengadaan barang baku dan bahan penolong dari pemasok, operasional produksi dan pendukungnya, sampai dengan distribusi produk

Mobilitas dan aktivitas staf, pekerja, karyawan juga harus mengutamakan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengajukan Sanggah Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Guru?

Dia mengatakan pengajuan IOMKI dilakukan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang dapat diakses secara online oleh perusahaan.

Kemenperin juga sudah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2021 yang bertujuan mewujudkan percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di lingkungan perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surat edaran ini mengakomodasi industri dapat beroperasi 100 persen jika memiliki IOMKI dan mendapat rekomendasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan kerjanya.

“SE Nomor 5 Tahun 2021 juga mengatur kewajiban industri dalam melaporkan pelaksanaan oeprasional dan mobilitas kegiatan industri, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara berkala satu kali dalam satu minggu setiap hari Jumat. Termasuk sanksi-sanksi untuk perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban tersebut,” ungkap dia.

Ia menegaskan, melalui pelaporan IOMKI yang tertib, diharapkan informasi mengenai aktivitas industri di masa pandemi, termasuk yang terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di industri dapat terekam dengan baik dan dapat mendukung upaya keterbukaan informasi publik.

Baca juga: Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,7 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.