Bos KCIC Ungkap Teknologi Baru dari China untuk Proyek Kereta Cepat

Kompas.com - 18/10/2021, 14:09 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berada di Kelurahan Warungharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/5/2021). dok. Agus Suparto Presiden Joko Widodo meninjau lokasi proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berada di Kelurahan Warungharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/5/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengungkap adanya teknologi baru yang dibawa dari China untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dilakukan oleh PT KCIC memang menjadi salah satu upaya menghadirkan moda transportasi baru bagi Indonesia.

Lebih dari itu, Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan bahwa proyek ini juga menjadi ajang transfer pengetahuan dan teknologi bagi sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi dalam negeri.

Baca juga: Pemerintah Bakal Suntik Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp 4,3 Triliun

“Sejak awal pembangunan, proyek KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) membawa banyak teknologi dan metode-metode baru di bidang konstruksi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/10/2021).

“Hal ini otomatis akan memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi perencana pembangunan maupun pelaksana untuk perancangan metode kerja di proyek di Indonesia selanjutnya,” sambungnya.

Salah satu transfer teknologi dan pengetahuan yang terjadi dari China ke Indonesia melalui proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah penerapan metode Cast in Situ untuk full span girder.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dwiyana menjelaskan, meski metode Cast in Situ adalah metode yang telah kerap diterapkan di Indonesia, namun Cast in Situ girder full span sekaligus seperti yang diterapkan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini adalah yang pertama di Indonesia.

Ia memaparkan bahwa metode Cast in Situ untuk full span girder sepanjang 32 meter ini dilakukan sesuai dengan standar kualitas tinggi dan persyaratan desain struktur kereta cepat.

“Cast in Situ adalah metode cor ditempat langsung 1 span penuh. Metode Cast in Situ sendiri sudah sering dilakukan di Indonesia, namun biasanya tidak sekaligus. Yang sudah ada, misalnya dicor, dilakukan bertahap atau segmen per segmen (tidak sekaligus),” tandasnya.

Baca juga: Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi? Simak Progres dari KCIC

“Bisa dibayangkan, yang di proyek KCJB ini langsung jadi full 1 span, dengan panjang girder 32 meter. Sehingga ini yang membedakan dengan metode Cast in Situ yang sudah ada,” lanjut Dwiyana.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.