Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Kompas.com - 21/10/2021, 14:53 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi pembangkit listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan seluruh pembangkit listrik di Indonesia sudah berasal dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2060. Dengan begitu, tak ada lagi  pembangkit listrik dari energi fosil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasri menyatakan, mulai tahun 2030, penambahan pembangkit listrik hanya berasal dari EBT. Tujuannya, untuk mengurangi penggunaan energi fosil secara bertahap hingga akhirnya di setop.

"Dalam rangka substitusi retirement pembangkit fosil serta peningkatan kebutuhan listrik, maka penambahan pembangkit listrik mulai tahun 2030 seluruhnya berasal dari pembangkit energi baru terbarukan," ujar Arifin dalam acara Indonesia Pathway to Net Zero Emission, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Ia mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan menjadi fokus dalam pengembangan EBT ke depannya.

"Pada 2060 total kapasitas pembangkit listrik ditargetkan seluruhnya berasal dari pembangkit energi baru terbarukan," imbuhnya.

Arifin menjelaskan, peran konsumen energi di sektor komersial dan industri sangatlah penting dalam agenda transisi energi di Indonesia. Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki komitmen untuk meningkatkan penggunaan EBT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka memiliki komitmen baik ditingkat global maupun nasional untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan bahkan hingga 100 persen, yakni dalam rantai pasokannya untuk berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca," jelasnya.

Komitmen yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut, lanjut dia, menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk berkolaborasi dalam mendorong transisi energi. Sehingga diharapkan pada 2060 Indonesia bisa mencapat target net zero emission.

Baca juga: Mafia Tanah Berulah, Kementerian ATR/BPN: Kita Kejar Sampai Ujung Langit

"Ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target karbon netral di sektor energi pada 2060 atau lebih cepat, serta dalam mewujudkan pemulihan ekonomi Indonesia melalui pembangunan rendah karbon," pungkas Arifin.

Sebagai informasi, pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru di seluruh Indonesia.

Hal itu seiring dengan tak masuknya pembangunan PLTU baru ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030.

Adapun dalam RUPTL PLN 2021-2030 ditetapkan bahwa porsi pembangkit listrik ramah lingkungan dan EBT lebih besar ketimbang energi fosil. Porsinya yakni 51,6 persen untuk pembangkit EBT dan 48,4 persen untuk pembangkit fosil.

Baca juga: Squid Game dan Subway, Marketing Popular Culture

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.