Kenapa Harga PCR di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan India yang Hanya Rp 160.000? Ini Kata Menkes

Kompas.com - 27/10/2021, 09:40 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Kompas.com / Nicholas Ryan AdityaMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan penurunan harga tes PCR menjadi Rp 300.000 dari sebelumnya di kisaran Rp 450.000. Namun, harga tes PCR ini nyatanya belum mampu menyaingi India, yang hanya Rp 160.000.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisyaratkan, harga PCR di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan harga PCR di India. Pasalnya, ada beberapa hal di India yang membuat harga PCR lebih murah. Hal ini tidak dimiliki Indonesia.

Murahnya harga PCR di India juga disebabkan karena beberapa harga komoditas di sana lebih murah karena tingginya jumlah penduduk.

Baca juga: Pemerintah Berencana Wajibkan PCR di Semua Transportasi

"Ya mungkin India murah sekali Rp 160.000-an, tapi India adalah negara yang paling murah untuk semuanya selain China," kata Budi dalam konferensi pers evaluasi program PC-PEN, Selasa (26/10/2021).

Di sisi lain, murahnya harga tes PCR di India juga sedikit banyak dikaitkan dengan produksi dalam negeri.

India sudah memiliki produksi tes PCR di dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang masih mengimpor alat tes kesehatan termasuk PCR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka punya produksi di dalam negeri, kemudian economic cost-nya karena jumlah rakyatnya 2 billion, itu tercapai," ucap Budi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, harga PCR di Indonesia sudah sangat murah dibanding negara lain. Harganya yang semula Rp 900.000 saja berada di tingkat 25 persen paling murah di dunia.

Jika PCR kembali turun Rp 300.000 sesuai arahan Jokowi, maka harga PCR tersebut masuk dalam kategori 10 persen yang paling murah di seluruh bandara di dunia.

"Untuk informasi, harga PCR yang ditentukan oleh Pak Presiden kemarin (Rp 300.000), itu sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga test PCR di seluruh dunia," pungkas Budi.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 300.000. Seiring turunnya harga tes, pembuat kebijakan akan menerapkan tes PCR tidak hanya untuk transportasi udara, namun seluruh moda transportasi.

Baca juga: Harga PCR Diminta Turun Jadi Rp 300.000, Menkes: Tidak Ada Rencana Subsidi...


Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.