Kompas.com - 27/10/2021, 07:40 WIB
Hassan dalam sesi bincang 45 menit bersama Mendag edisi #2 secara virtual, Selasa (26/10/2021). (Tangkaoan layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAHassan dalam sesi bincang 45 menit bersama Mendag edisi #2 secara virtual, Selasa (26/10/2021). (Tangkaoan layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberikan penghargaan Primaduta Award 2021 kepada Haggag Import & Export Co yang merupakan eksportir biji kopi Indonesia asal Mesir.

Penghargaan Primaduta Award 2021 merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia kepada para pembeli internasional atas prestasi dan loyalitas mereka terhadap produk-produk Indonesia.

Penerima penghargaan ini dipilih melalui proses yang ketat, evaluasi dan sesi penjurian yang dilakukan oleh tim profesional dan kompeten yang ahli di kegiatan impor.

Baca juga: Mau Buka Usaha? Simak Tips dari Bos Kopi Tuku

CEO Haggag Import & Export Co Hassan Haggang mengaku bangga lantaran mendapatkan penghargaan Primaduta Award untuk yang ketiga kalinya.

"Ini merupakan penghargaan Primaduta Award ketiga, Alhamdulliah," ujar Hassan dalam sesi bincang 45 menit bersama Mendag edisi #2 secara virtual, Selasa (26/10/2021).

Hassan bilang pihaknya sudah sejak 20 tahun lebih mengimpor kopi Indonesia, khususnya kopi robusta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menceritakan bahwa kopi merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat Mesir yang menyukai kafein.

"Kopi robusta bagi orang Mesir sangat penting, karena itu yang membuat kita menjadi Turkish Coffee. Kopi robusta sangat lezat," ungkap Hassan.

Hassan bilang, meskipun perusahaannya mengimpor kopi dari negara lain seperti Vietnam, Brazil, dan Kolombia, impornya tetap lebih banyak dari Indonesia. "70 persen kopi kami asal dari Indonesia," kata Hassan.

Walau demikian, Hassan juga mengkritisi produktivitas dari lahan pertanian di Tanah Air yang masih harus dibenahi agar bisa mendongkrak penjualan.

"Saya ambil contoh, 1 hektar lahan di Indonesia hanya bisa membuat 600 kilogram hingga 1 ton kopi. Sementara jika dibandingkan dengan Vietnam, 1 hektar lahan bisa menghasilkan 3-5 ton kopi," ucap Hassan.

Mendag Lutfi pun mengamininya. Dia bilang pihaknya akan terus melakukan upaya agar produktivitas perkebunan kopi bisa lebih ditingkatkan.

Baca juga: Indonesia Punya Kopi-kopi yang Luar Biasa...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.