Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenko Perekonomian: Mau Jadi Produsen Global, Produk Halal Indonesia Harus Unik

Kompas.com - 28/10/2021, 17:24 WIB
Fika Nurul Ulya,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia memiliki potensi menjadi pemasok produk halal global, mengingat mayoritas penduduknya muslim dan memiliki banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh.

Namun, menjadi produsen produk halal untuk rantai pasok global memiliki tantangan.

Asdep Pemulihan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh mengatakan, tantangan tersebut tak lepas dari keunikan sebuah produk.

Baca juga: Ada Paylater Bisnis, UMKM Kini Bisa Pinjam hingga Rp 500 Juta di Modalku

Artinya, untuk bisa bersaing, pelaku UMKM harus bisa membuat produknya unik alias berbeda dari yang lain, sekaligus memiliki nilai tambah.

"Tantangan untuk produk halal ekspor itu mirip dengan produk lainnya, khususnya untuk pelaku usaha lokal. Banyaknya barang yang dijual di global membuat seller harus berbeda. Kita harus punya unique aspek dari produk yang dihasilkan," kata Chairul Saleh dalam diskusi Global Halal Hub, Kamis (28/10/2021).

Tantangan lainnya, pelaku usaha harus mampu menganalisa brand pasar. Dengan kata lain, mampu membaca keinginan konsumen dan memahami produk yang dijual para pesaing.

Kemudian, mengerti dan menjalani regulasi perdagangan global atau negara tempat tujuan ekspor. Hal-hal tersebut membutuhkan proses belajar dan proses adaptasi.

"Maka itu diperlukan dukungan bersama untuk bisa menguatkan atau mengarah kepada hal tersebut. Mendukung kapasitas UMKM-nya sendiri, compliance (kepatuhan) terhadap kehalalan. Kemudian compliance ekspornya, karena kita terlanjut banyak perjanjian bilateral. Itu challenge juga," ujar Chairul.

Baca juga: Jadi Bank Syariah Besar, BSI Diprediksi Bakal Jadi Penopang Industri Halal Nasional

Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat kelima sebagai negara pengekspor, di bawah Arab Saudi, Malaysia, UEA, dan Turki.

State of Global Islamic Economic Report menunjukkan, pada tahun 2019 jumlah masyarakat muslim dunia mencapai 1,9 miliar dengan total pengeluaran produk halal mencapai 2,02 triliun dollar AS.

Di tahun 2024, angka tersebut diproyeksi meningkat mencapai 2,4 triliun dollar AS seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat muslim dunia. Dengan demikian, peluang Indonesia sebagai produsen utama produk halal global masih terbuka lebar.

"Dari sisi ini memang dilihat dengan potensi yang ada kiranya kita juga bisa masuk ke global supply chain atau ekspor di samping kita memenuhi kebutuhan domestiknya sendiri," pungkas Chairul.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Whats New
Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Whats New
Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Whats New
Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Whats New
Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Whats New
Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Work Smart
Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Earn Smart
Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Whats New
Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Earn Smart
Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Earn Smart
Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Whats New
Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Whats New
IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

Whats New
Pelita Air Catat Ketepatan Waktu Terbang 95 Persen pada Periode Libur Lebaran

Pelita Air Catat Ketepatan Waktu Terbang 95 Persen pada Periode Libur Lebaran

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com