Jumlah Merchant QRIS Mencapai 12 Juta per November 2021

Kompas.com - 03/11/2021, 16:54 WIB
Ilustrasi QR code SHUTTERSTOCK/BloomiconIlustrasi QR code

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, penggunaan pembayaran digital semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ini ditandai pesatnya pertumbuhan penyediaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi merchant.

Bank sentral mencatat, sampai dengan 1 November 2021, jumlah merchant QRIS telah menembus angka 12 juta.

Baca juga: Ini 5 Tantangan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Menurut Gubernur BI

Dengan demikian, target merchant menggunakan QRIS yang dipatok oleh BI pada tahun ini telah tercapai.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, jumlah pengguna QRIS sampai dengan awal November 2021 meningkat signifikan dibandingkan akhir tahun 2020 sebesar 5,8 juta merchant.

"Penerapan pembayaran nirsentuh QRIS untuk transaksi pembayaran di berbagai sektor, terbukti memberikan banyak manfaat, di antaranya mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, mengurangi risiko penularan Covid-19, bahkan memajukan UMKM," tutur Perry dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/11/2021).

Setelah mencapai target tahun ini, BI berencana untuk tetap menggencarkan pemanfaatan QRIS dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: E-BOCS KPEI Terhubung dengan BI-SSSS, Apa Keuntungannya?

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menyebutkan, saat ini adopsi QRIS didominasi oleh pelaku usaha mikro dan kecil, dengan porsi sebesar 88 persen dari total 12 juta merchant.

Sementara itu, untuk pelaku usaha menengah dan besar angkanya juga tercatat mulai mengalami pertumbuhan. Ini seiring dengan telah ditingkatkannya limit transaksi QRIS dari Rp 1 juta menjadi Rp 5 juta pada Mei lalu.

"Kita lihat berbagai segmen, mulai dari segmen pedagang kaki lima sudah kita garap, lalu kita lihat di segmen menengah dan besar mulai naik," kata wanita yang akrab disapa Fili itu.

Selain itu, dalam waktu dekat BI akan meluncurkan kerja sama pemanfaatan QRIS dengan berbagai kementerian. Hal ini diusung untuk memanfaatkan momentum transformasi digital yang tengah dilaksanakan berbagai lembaga pemerintahan.

Baca juga: BI: Biaya Transfer Rp 2.500 Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember 2021

"Nanti akan ada kerja sama dengan berbagai kementerian untuk bisa memanfaatkan QRIS ini untuk mendukung program-program kementerian," ucap Fili.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
BSI Gandeng Anak Usaha Jasa Marga untuk Kembangkan Bisnis di Ruas Jalan Tol

BSI Gandeng Anak Usaha Jasa Marga untuk Kembangkan Bisnis di Ruas Jalan Tol

Rilis
Bank BNI Resmi Caplok Bank Mayora

Bank BNI Resmi Caplok Bank Mayora

Whats New
Cerita Perajin Batik Madura Tanjungbumi: Sebulan Bisa Laku Lebih dari 100 Lembar Usai Gabung Marketplace Bakaoo.id

Cerita Perajin Batik Madura Tanjungbumi: Sebulan Bisa Laku Lebih dari 100 Lembar Usai Gabung Marketplace Bakaoo.id

Rilis
Tips dan Rahasia Sukses Berbisnis via Aplikasi Digital Ibu Titin, hingga Berhasil Membesarkan 3 Anaknya walau Hanya Orangtua Tunggal

Tips dan Rahasia Sukses Berbisnis via Aplikasi Digital Ibu Titin, hingga Berhasil Membesarkan 3 Anaknya walau Hanya Orangtua Tunggal

Whats New
Gagal Bayar Utang, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka: Sampai Ada Restrukturisasi, Kami Tidak Bisa Membayar

Gagal Bayar Utang, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka: Sampai Ada Restrukturisasi, Kami Tidak Bisa Membayar

Whats New
Dilema Sri Mulyani, Pilih Tambah Anggaran Subsidi atau Buat Pertamina-PLN Berdarah-darah

Dilema Sri Mulyani, Pilih Tambah Anggaran Subsidi atau Buat Pertamina-PLN Berdarah-darah

Whats New
Rupiah dan IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Rupiah dan IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Whats New
Makin Berkilau, Harga Emas Antam Melonjak Rp 12.000 Jadi Rp 985.000 Per Gram Hari Ini

Makin Berkilau, Harga Emas Antam Melonjak Rp 12.000 Jadi Rp 985.000 Per Gram Hari Ini

Spend Smart
Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Whats New
Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Rilis
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.