Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Setelah Tapering, Bagaimana Prospek Kinerja Reksa Dana?

Kompas.com - 09/11/2021, 15:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pengurangan pembelian obligasi oleh bank sentral Amerika Serikat , atau dikenal dengan tapering, akhirnya resmi diumumkan pada 3 November 2021 yang lalu.

Bagaimana dengan prospek kinerja reksa dana ke depan?

Sedikit kilas balik, isu tapering menjadi salah satu perhatian utama pasar modal sejak awal tahun ini. Ada kekhawatiran, jika tapering dilakukan, maka bisa menjadi pemicu investor asing menjual saham dan obligasinya di negara berkembang seperti Indonesia dan menarik kembali ke negara maju.

Sampai dengan artikel ini ditulis (8 Nov 2021), ternyata tidak terjadi gejolak yang berarti pada harga saham dan obligasi Indonesia. Harga keduanya malah cenderung naik jika dibandingkan posisi pada tanggal 3 November lalu pada saat diumumkan.

Baca juga: The Fed Umumkan Tapering, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Indonesia?

Komunikasi yang baik dari Bank Sentral AS, kelebihan likuiditas di sistem perbankan, laporan keuangan yang positif, dan tingkat inflasi Indonesia yang terkendali pada tahun ini menjadi penyebab masih positifnya tren harga saham dan obligasi meskipun diterpa isu tapering.

Apakah dengan diumumkan pada tanggal 3 November ini maka tapering sudah selesai? Jika melihat lebih detail, saat ini Bank Sentral AS mencetak “tambahan” 120 miliar dollar AS per bulan untuk membeli 80 miliar dollar AS obligasi pemerintah dan 40 miliar dollar AS surat utang korporasi berbasis KPR.

Sementara kebijakan tapering yang diumumkan adalah pengurangan sebesar 15 miliar dollar AS dengan perincian 10 miliar dollar AS untuk obligasi pemerintah dan 5 miliar dollar AS untuk korporasi “per bulan” mulai akhir November 2021 ini.

Artinya setelah tapering, Bank Sentral AS “masih” mencetak 70 miliar dollar AS dan 35 miliar dollar AS pada akhir November. Kemudian turun menjadi 60 miliar dollar AS dan 30 miliar dollar AS pada Desember 2021, 50 miliar dollar AS dan 25 miliar dollar AS pada Jan 2022, 40 miliar dollar AS dan 20 miliar dollar AS pada Februari 2022.

Selanjutnya turun 30 miliar dollar AS dan 15 miliar dollar AS pada Maret 2022, dan 20 miliar dollar AS dan 10 miliar dollar AS pada April 2022, 10 miliar dollar AS dan 5 miliar dollar AS pada Mei 2022 dan baru menjadi 0 pada Juni 2022.

Jadi, meskipun tapering telah diumumkan, dari November 2021 hingga Mei 2022, Bank Sentral AS masih tetap mencetak “tambahan” uang untuk membeli obligasi, hanya jumlahnya saja yang berkurang secara perlahan. Secara teknis, Tapering baru “selesai” di Juni 2022.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.