Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Rata-rata Upah Pekerja Lulusan SMA di Indonesia

Kompas.com - 06/12/2021, 20:59 WIB
Mutia Fauzia

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata upah pekerja dalam sebulan dengan tingkat pendidikan akhir SMA di Indonesia sebesar Rp 2,75 juta.

Untuk diketahui, BPS mendefinisikan upah sebulan sebagai imbalan atau balas jasa yang diterima selama sebulan yang lalu baik beurpa uang maupun barang yang dibayarkan oleh perusahaan dari pekerjaan utama kepada buruh atau karyawan. Komponen upah mencakup gaji dan tunjangan, tidak termasuk upah lembur, bonus, tunjangan transportasi, dan tunjangan makan.

Data yang dipublikasikan dalam dokumen Statistik Indonesia 2021 itu mengungkapkan, rata-rata upah pekerja lulusan SMA di Indonesia sebesar Rp 2,67 juta.

Baca juga: Kemenaker: Struktur dan Skala Upah Jamin Aspek Keadilan Pekerja

Bila dilihat berdasarkan jenis pekerjaannya, upah lulusan SMA dengan nilai tertinggi yakni pekerja di bidang kepemimpinan dan ketatalaksanaan.

Sementara itu, rata-rata upah lulusan SMA dengan nilai terendah yakni oleh pekerja di bidang usaha jasa.

Bila dibandingkan dengan lulusan SMK, rata-rata upah pekerja lulusan SMA sedikit lebih rendah.

BPS mencatat, upah lulusan SMA di Indonesia sebesar Rp 2,68 juta dengan nilai rata-rata upah tertinggi oleh jenis pekerjaan di bidang tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan.

BPS juga mencatat rata-rata upah sebulan untuk pekerja yang belum sekolah, yakni sebesar Rp 1,27 juta, dan upah pekerja yang tidak atau belum tamat SD sebesar Rp 1,45 juta.

Sementara itu, rata-rata upah sebulan untuk pekerja lulusan SD yakni sebesar Rp 1,71 juta dan lulusan SMP sebesar Rp 1,98 juta.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Upah Minimum

BPS juga mengategorikan rata-rata upah pekerja formal menurut jenis lapangan kerja utama.

Pekerja dengan rata-rata upah tertinggi adalah tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan di bidang pertambangan dan penggalian, yakni sebesar Rp 13,82 juta. Di posisi kedua adalah pekerja di bidang informasi dan komunikasi pada jenis pekerjaan yang sama, yakni sebesar Rp 8,14 juta.

Sementara itu, rata-rata upah pekerja fprmal menurut jenis lapangan kerja utama terendah yakni tenaga produksi, operator, alat-alat angkutan, dan pekerja kasar di bidang penyediaan akomodasi dan makanan minuman, yakni sebesar Rp 1,76 juta.

Baca juga: Kenaikan Upah 1,09 Persen, KSPSI: Ini Tidak Adil, Kami Tak Akan Diam

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Earn Smart
Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Whats New
Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Whats New
Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Whats New
Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Whats New
Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Whats New
Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Whats New
Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Whats New
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

Whats New
10 Maskapai Penerbangan Tertua di Dunia

10 Maskapai Penerbangan Tertua di Dunia

Whats New
Pengamat: Relaksasi WFH ASN Usai Lebaran Gerus Produktivitas

Pengamat: Relaksasi WFH ASN Usai Lebaran Gerus Produktivitas

Whats New
Konflik Iran-Israel, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Konflik Iran-Israel, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com