Pro Kontra Kenaikan UMP DKI Versi Anies, Buruh Senang, Apindo Meradang, Perusahaan Milik Asing Ingin Kerja Tenang

Kompas.com - 21/12/2021, 12:24 WIB

 

Apindo Minta Pengusaha Tak Ikuti UMP Versi Anies

Sementara itu, para pengusaha yang tergabung dalam Apindo pun turut bersikeras menolak kenaikan UMP versi Anies. Karena dianggap bertentangan dengan aturan. Apindo meminta semua pengusaha di wilayah DKI Jakarta tidak mengikuti UMP yang ditetapkan Anies.

Pengusaha hanya mengikuti aturan sebelumnya, yang telah diputuskan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1395 Tahun 2021 yang ditetapkan tanggal 19 November 2021. Apalagi, Apindo merasa Anies melakukan revisi sepihak tanpa pendapat dunia usaha, termasuk Apindo DKI Jakarta yang menjadi bagian dari Dewan Pengupahan Daerah.

"Kami imbau seluruh perusahaan di DKI Jakarta untuk tidak menerapkan revisi upah minimum DKI yang telah diumumkan oleh Gubernur DKI, sambil menunggu keputusan PTUN berkekuatan hukum tetap," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers pada hari yang sama.

Selain penolakan, para pengusaha juga berencana menggugat Anies ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan bakal dilayangkan jika Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai revisi upah keluar oleh Apindo DKI Jakarta bersama Kadin Jakarta.

Pengusaha bahkan tidak mengindahkan imbauan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk berdiskusi sebelum mengajukan gugatan. Pasalnya, pengusaha tidak diajak berdiskusi ketika Anies merevisi aturan pengupahan yang sudah disepakati bersama di tingkat nasional.

Lebih dari itu, para pengusaha ini meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memberi sanksi kepada Anies karena telah melawan hukum regulasi ketenagakerjaan, terutama dalam hal pengupahan. Lalu untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), diminta memberikan pembinaan atau sanksi kepada Anies karena tidak memahami peraturan perundangan yang berlaku.

Hariyadi menilai, berubahnya besaran upah di akhir tahun berpotensi menimbulkan iklim yang tidak kondusif bagi hubungan industrial dan perekonomian nasional. Adapun kenaikan upah disebut-sebut memiliki dugaan kepentingan politik. Padahal, kebijakan UMP DKI Jakarta 2022 itu bisa jadi preseden buruk apabila Anies Baswedan ingin maju dalam persaingan pada Pilpres 2024.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Liter Berapa Mili? Ini Hitungan Mudahnya

1 Liter Berapa Mili? Ini Hitungan Mudahnya

Whats New
Catat Biaya Transfer dan Tarik Tunai Bank Jatim di ATM Lain

Catat Biaya Transfer dan Tarik Tunai Bank Jatim di ATM Lain

Spend Smart
Apa Saja Syarat Mengajukan KPR BCA Untuk Karyawan, Wiraswasta, dan Profesional?

Apa Saja Syarat Mengajukan KPR BCA Untuk Karyawan, Wiraswasta, dan Profesional?

Spend Smart
Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Apa Sebabnya?

Whats New
Turun Rp 2.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Spend Smart
Dalam 1 Kg Berapa Liter?

Dalam 1 Kg Berapa Liter?

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Pagi Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Pagi Ini

Whats New
IHSG Kembali Turun, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Kembali Turun, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Tarif Listrik Naik, Orang Kaya Akan Kembali Berhemat?

Tarif Listrik Naik, Orang Kaya Akan Kembali Berhemat?

Whats New
Susunan Pemegang Saham Berubah, Apakah Mandiri Inhealth Diakuisisi IFG

Susunan Pemegang Saham Berubah, Apakah Mandiri Inhealth Diakuisisi IFG

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Setor Tunai CIMB Niaga lewat ATM, Bisa Tanpa Kartu

Cara Setor Tunai CIMB Niaga lewat ATM, Bisa Tanpa Kartu

Spend Smart
Astra Otoparts Buka Lowongan Kerja, Ini Persyaratanya

Astra Otoparts Buka Lowongan Kerja, Ini Persyaratanya

Work Smart
IHSG Diproyeksi Masih Lesu

IHSG Diproyeksi Masih Lesu

Whats New
Menhub Bakal Tata Pelabuhan di Bangka

Menhub Bakal Tata Pelabuhan di Bangka

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.