Melihat Kampung Pempek di Palembang, Omzet Hingga Rp 5 Juta Per Hari

Kompas.com - 27/12/2021, 17:39 WIB

“Ada yang jualan pakai keranjang, ada juga yang pakai gerobak dorong. Banyak yang ambil barang ke saya saat ini,” kata dia.

Siti Aisyah, salah seorang warga setempat yang bekerja sama dengan Umi mengatakan setiap hari ia memesan 200 buah pempek untuk dijual ke Pasar 16 menggunakan gerobak dorong.

"Saya kerja sama dengan Umi, nanti jika tidak laku ya dikembalikan lagi ke Umi. Saya ambil 4 buah pempek harganya Rp 3.000, nanti saya jual satuannya Rp 1.000, kata dia.

Tak hanya Umi. Di kampung yang bagian belakangnya menghadap ke Benteng Kuto Besak ini terdapat beberapa pelaku UMKM lainnya yang menerapkan pola bisnis yang sama.

Jika mengunjungi kampung ini pada pagi hari maka akan dijumpai puluhan pedagang berarak ke luar lorong dengan membawa keranjang atau gerobak dorong berisikan pempek.

Pembiayaan

Sebagian besar pelaku usaha di kawasan ini merupakan UMKM binaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel (BSB). Bank ini sudah melakukan pembinaan sejak setahun terakhir dengan menyalurkan kredit pembiayaan tanpa bunga.

Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan, kredit yang diberikan itu berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per nasabah.

Melalui kredit tanpa bunga ini diharapkan para warga di kampung pempek tersebut termotivasi untuk berbisnis. BSB akan mengawal terciptanya ekosistem bisnis pempek yang menguntungkan di lokasi tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang.

Baca juga: Daftar Gofood untuk Usaha Kuliner, Ini Syarat dan Langkahnya

BSB juga memberikan pelatihan kewirausahaan ke pelaku UMKM setempat agar produknya bisa dipasarkan ke luar kota hingga mendapatkan sertifikat halal.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan kemunculan kampung pempek ini diharapkan dapat menambah daya pikat Kota Palembang bagi wisatawan.

Sejauh ini, BSB sudah menyanggupi untuk membantu pembangunan infrastruktur pintu air untuk mencegah sampah masuk ke kampung.

Pengamat ekonomi asal Universitas Sriwijaya Isni Adriana mengatakan desa wisata diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Air karena sektor pariwisata kini menjadi salah satu andalan di dalam negeri.

“Jika ini dapat disinergikan dengan perusahaan berupa perealisasian dana CSR, maka saya rasa ini demikian tepat guna karena manfaat dapat dirasakan masyarakat secara langsung karena dapat menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Isni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.