Luhut Ungkap 4 Jurus Pemerintah RI Melawan Dampak Perubahan Iklim

Kompas.com - 28/01/2022, 13:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak seluruh negara untuk bekerja bersama melawan dampak perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan dengan aksi nyata.

Salah satunya melalui aliansi Global Blended Finance untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, kesehatan, serta digital, yang nantinya akan dibahas di Bali pada bulan April 2022, menyambut kegiatan KTT G20.

Selanjutnya, Luhut menjelaskan, Indonesia memiliki hutan dengan luas 120 hektare, yang menjadikan hutan tropis terbesar ketiga di dunia.

Baca juga: Luhut Minta Tambahan Anggaran Rp 178 Miliar ke Sri Mulyani, Untuk Apa?

Ajakan Luhut ini disampaikan dalam kegiatan Major Economies Forum Ministerial Meeting on Energy and Climate yang dihelat secara daring bersama dengan menteri dari berbagai negara. Dalam kesempatan itu, kata Luhut, Indonesia berkomitmen melawan perubahan iklim dan deforestasi.

"Dan hari ini saya ingin berbagi ekosistem kebijakan yang telah membawa perbaikan dalam pengelolaan hutan lestari di Indonesia selama lima tahun kebelakang," kata dia melalui siaran persnya, Jumat (28/1/2022).

Adapun langkah pemerintah saat ini kata Luhut, sedang mengelola lahan-lahan hutan di Indonesia. Termasuk penyelesaian masalah perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan dan akan diselesaikan mengacu kepada Instruksi Presiden tentang Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2019-2024.

Upaya kedua, sambung Luhut, pemerintah berupaya mencegah dan merehabilitasi hutan melalui perbaikan pada kebijakan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Pada tahun 2020, kebakaran hutan di Indonesia menurun secara signifikan, turun sampai 82 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: IHSG Turun Tipis di Sesi I, Rupiah Menguat

Langkah berikutnya, kunci dari ekosistem kebijakan yang dibuat adalah verifikasi.

"Saat ini, pemerintah telah membuat sistem yang terintegrasi, sistem verifikasi legalitas kayu, untuk memastikan bahwa Indonesia melakukan pengelolaan hutan yang efektif," ucap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.