Kompas.com - 10/02/2022, 18:35 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pinjaman online (pinjol) ilegal masih menjadi salah satu masalah yang dihadapi banyak pihak sampai saat ini. Meskipun pemberantasan praktik merugikan ini digencarkan sejak tahun lalau, namun pinjol ilegal masih saja menjamur di Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, setidaknya terdapat 3 alasan pinjol ilegal masih marak bermunculan dan menelan banyak korban.

Pertama, literasi atau pemahaman produk dan jasa keuangan yang masih rendah. Hasil survei OJK yang dilakukan pada 2019 menunjukan tingkat literasi keuangan nasional baru mencapai 38 persen dari seluruh masyarakat dewasa Indonesia.

Baca juga: OJK Ingatkan, Hati-hati jika Ada Pinjol Ilegal Catut Nama OJK

Tingginya kebutuhan akan pembiayaan, disertai rendahnya pemahaman produk dan jasa keuangan, membuat banyak orang tertarik menggunakan produk pinjol, yang lebih mudah diakses dibanding pembiayaan dari lembaga jasa keuangan formal.

Tirta mengatakan dalam melakukan pinjaman tersebut banyak masyarakat yang tidak peduli dan paham terkait bunga pinjaman dan sebagainya.

"Oleh karena itu banyak sekali dari mereka yang berujung pada masalah besar dan mengadu ke OJK," ujar Tirt dalam diskusi virtual, Kamis, (10/2/2022).

Alasan yang kedua ialah akses pembiayaan yang belum merata. Tirta menyebutkan, keterbatasan akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin berusaha membuat banyak pelaku usaha terjerumus ke dalam jebakan pinjol ilegal.

Menurutnya, meskipun pelaku usaha ultramikro, mikro, hingga kecil dinilai sudah layak mendapatkan pembiayaan, tidak sedikit di antaranya gagal mendapatkan pembiayaan dari lembaga jasa keuangan formal.

Baca juga: Bank, Pinjol, hingga Asuransi Jadi Sektor Usaha Paling Banyak Diadukan Masyarakat pada 2021

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Dugaan Korupsi Impor Garam Industri di Kemendag Tahun 2018 Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Korupsi Impor Garam Industri di Kemendag Tahun 2018 Naik ke Tahap Penyidikan

Whats New
Gara-gara Biaya Admin, Pria yang Robek Buku Rekening BRI Minta Maaf

Gara-gara Biaya Admin, Pria yang Robek Buku Rekening BRI Minta Maaf

Whats New
Jumlah Kantor Cabang Kian Menyusut, Bagaimana Nasib Karyawan Bank?

Jumlah Kantor Cabang Kian Menyusut, Bagaimana Nasib Karyawan Bank?

Whats New
Catat Biaya Admin BSI Berdasarkan Jenis Tabungan dan Kartu ATM

Catat Biaya Admin BSI Berdasarkan Jenis Tabungan dan Kartu ATM

Spend Smart
PT Mahaka Media Masih Rugi Rp 35,8 Miliar Sepanjang 2021

PT Mahaka Media Masih Rugi Rp 35,8 Miliar Sepanjang 2021

Whats New
DPR dan Pemerintah Sepakati Postur RAPBN 2023, Berikut Rinciannya

DPR dan Pemerintah Sepakati Postur RAPBN 2023, Berikut Rinciannya

Whats New
240.944 Hewan Ternak Terjangkit PMK, 78.626 Ekor di Antaranya Sudah Sembuh

240.944 Hewan Ternak Terjangkit PMK, 78.626 Ekor di Antaranya Sudah Sembuh

Whats New
Kasus Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

Kasus Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

Whats New
Ekonom Nilai Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi Mempersulit Konsumen dan Pedagang

Ekonom Nilai Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi Mempersulit Konsumen dan Pedagang

Whats New
Penerapan Pajak Karbon Ditunda 2 Kali, Ini Alasan Sri Mulyani

Penerapan Pajak Karbon Ditunda 2 Kali, Ini Alasan Sri Mulyani

Whats New
Sri Mulyani: Kalau Tak Disubsidi, Harga BBM Naik 2 Kali Lipat

Sri Mulyani: Kalau Tak Disubsidi, Harga BBM Naik 2 Kali Lipat

Whats New
Kuasa Hukum: Tersangka DPO di Kasus KSP Indosurya Tetap Harus Ditahan Dahulu

Kuasa Hukum: Tersangka DPO di Kasus KSP Indosurya Tetap Harus Ditahan Dahulu

Whats New
Mulai Disosialisasikan, Begini Cara Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Mulai Disosialisasikan, Begini Cara Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Whats New
IHSG Melemah di Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

IHSG Melemah di Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

Whats New
Ini Alasan Nadiem Makarim Minta Kampus Bentuk Dana Abadi

Ini Alasan Nadiem Makarim Minta Kampus Bentuk Dana Abadi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.