Digitalisasi Sistem Pembayaran, Fokus Utama Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Kompas.com - 14/02/2022, 14:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu fokus utama pemerintah, dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi bersama yang lebih kuat. Oleh karenanya, digitalisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam rangkaian gelaran finance track Presidensi Indonesia G20.

"Digitalisasi adalah salah satu agenda utama dalam G20 finance track," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam gelaran Casual Talks on Digital Payment Innovation of Banking rangkaian Presidensi Indonesia G20, Senin (14/2/2022).

Baca juga: Survei Mandiri Institute: Omzet Mayoritas UMKM Mulai Naik Akhir 2021, Digitalisasi Jadi Kunci

Perry menjelaskan, dalam agenda digitalisasi pembayaran, fokus utama yang akan dibahas ialah terkait kerja sama sistem pembayaran lintas negara. Ini meliputi kerja sama terkait open API hingga QR Code.

Bukan hanya itu, terkait pengembangan digitalisasi sektor pembayaran, Perry juga menyinggung mata uang digital bank sentral, atau Central Bank Digital Currency (CDBC).

"Bagaimana kita perlu memperluas kerja sama sistem pembayaran kita," kata dia.

Baca juga: Cerita Pedagang Sayur Pasar Kramat Jati, Omzet Naik 200 Persen Usai Masuk Platform Online Saat PSBB hingga PPKM

Pengembangan digitalisasi sistem pembayaran sejalan dengan cetak biru atau Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, yang di dalamnya terdapat fokus-fokus utama, mulai dari integrasi ekonomi keuangan digital, pengembangan digitalisasi perbankan, integrasi bank dengan teknologi finansial, menyeimbangkan inovasi dan mitigasi risiko, hingga kerja sama lintas negara.

"Pada Mei 2019, kami Bank Indonesia meluncurkan bisis sistem pembayaran 2025. 10 bulan sebelum pandemi," ucap Perry.

Baca juga: Manfaat Pedagang Pasar Pakai QRIS, BI: Terhindar dari Uang Palsu, Tak Perlu Sediakan Kembalian


Sebagai informasi, BI mencatat transaksi ekonomi keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

Tercatat pada Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 66,65 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 34,6 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 62,82 persen secara yoy menjadi Rp 4.314,3 triliun.

Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga mengalami pertumbuhan 14,39 persen secara yoy menjadi Rp 711,2 triliun. 

Guna mendorong pengembangan transformasi digital sistem pembayaran, BI berencana melanjutkan uji coba QRIS antar negara dengan Thailand dan Malaysia serta menjajaki perluasan kerja sama QRIS antar negara di kawasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.