Minat Masyarakat ke Produk Investasi Meningkat, Pasar Reksa Dana RI Bakal Terus Berkembang

Kompas.com - 20/09/2022, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT UOB Asset Management Indonesia menilai pasar Reksa Dana masih akan terus berkembang ditopang oleh semakin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi.

Widrawan Hindrawan, Chief Marketing Officer PT UOB Asset Management Indonesia mengatakan, berdasarkan data dari situs OJK, total AUM (Asset Under Management) atau dana kelolaan Reksa Dana pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 542 triliun.

Kendati sempat terdapat penurunan AUM di Maret 2020 menjadi Rp 471 triliun, namun pada akhir tahun 2020, total dana kelolaan tercatat meningkat hampir 6 persen menjadi Rp 573 triliun.

Baca juga: Kenali Apa Itu Investasi Reksa Dana, Jenis, Risiko, dan Keuntungannya

Kemudian, pada akhir 2021, OJK mencatat total dana kelolaan Reksa Dana tumbuh sekitar 1 persen menjadi Rp 579 triliun.

Tidak hanya itu, pertumbuhan SID (Single Investor Identification) terlihat cukup signifikan yaitu dari sebanyak 3,88 juta orang di tahun 2020 hingga menjadi sebanyak hampir 7,5 juta orang di akhir tahun 2021.

"Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan minat masyarakat terhadap produk investasi, termasuk Reksa Dana," kata Widrawan melalui keterangannya kepada Kompas.com.

Baca juga: Reksa Dana Dinilai Masih Prospektif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Potensi pasar Reksa Dana di Indonesia

Dengan demikian, Widrawan menilai potensi pasar Reksa Dana di Indonesia juga besar.

Sebagai contoh, lanjutnya, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), sejak 10 tahun terakhir itu juga selalu meningkat.

Di tahun 2020, tercatat penghimpunan DPK sekitar Rp 6.575 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp 7.249 triliun.

"Kalau kita bandingkan dengan AUM Reksa Dana masih terdapat gap yang sangat besar. Ini artinya, masih banyak sekali dana-dana yang sebenarnya disimpan di bank dalam bentuk tabungan atau deposito," ujar Widrawan.

"Kemudian jika kita bandingkan jumlah SID dengan jumlah penduduk usia produktif di Indonesia yang lebih dari 100 juta orang, terpantau masih sangat jauh. Hal ini menunjukan bahwa eksposur masyarakat terhadap produk investasi dan industri pasar modal masih cenderung rendah," lanjutnya.

Baca juga: Tambah Produk Investasi, UOB Asset Management Kerja Sama dengan Tanamduit

Sebagai informasi, Pada semester II 2022, UOB Asset Management Indonesia berencana untuk meningkatkan AUM (Asset Under Management) atau aset kelolaannya.

Antara lain, melalui pengembangan produk Reksa Dana yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperbanyak saluran distribusi produknya sehingga produk-produk UOB Asset Management Indonesia dapat semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.