Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jazak Yus Afriansyah
Trainer

Author, Coach, Trainer.
Master of Technology Management.

Mengurai Benang Merah “Leadership Gap Syndrome” dengan “Quiet Quitting” (Bagian I)

Kompas.com - 03/10/2022, 08:44 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Generasi Kolonial adalah perpaduan antara Generasi X, yaitu mereka yang lahir pada tahun 1940-1950-an dan Generasi Y yang lahir pada era 1960 hingga 1970-an. Perbedaan ini terjadi terutama pada perbedaan sudut pandang, paradigma, preferensi, dan karakter.

Dan perbedaan karakter, perilaku, sikap serta preferensi ini sayangnya tidak diketahui dan bahkan tidak disadari oleh senior mereka para Generasi Kolonial.

Apa yang sekarang terjadi?

Disebabkan ketidaktahuan tersebut para pemimpin ini tanpa sadar memimpin para Millennial menggunakan cara atau pendekatan sebagaimana mereka dipimpin oleh atasannya terdahulu.

Apakah hal ini salah? Tentu tidak!

Hanya saja cara memimpin tersebut tidak tepat. Cara atasan mereka memimpin terdahulu sangat tidak cocok dan tidak relevan untuk Generasi Millennial saat ini.

Ketidakcocokan ini sebagaimana uraian di atas secara ilmiah dipicu oleh perbedaan karakter, sikap, perilaku, dan preferensi yang sangat menganga lebar antara Generasi Millennial dengan Generasi Kolonial.

Alhasil, dalam proses kepemimpinan tersebut sering terjadi friksi di antara Generasi Kolonial yang memimpin dengan Generasi Millennial yang dipimpin.

Atau sebaliknya dalam beberapa kondisi yang langka, Generasi Kolonial dipimpin oleh Generasi Millennial.

Friksi tersebut jika tidak dikelola dengan bijaksana, maka akan berkembang menjadi konflik terbuka yang tidak produktif.

Karena konflik yang tidak produktif tersebut gagal dikendalikan akhirnya meledak menjadi pembangkangan dan perlawanan oleh para Millennial.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menakar Pergerakan Aset Kripto Usai The Fed Kerek Suku Bunga Acuan

Menakar Pergerakan Aset Kripto Usai The Fed Kerek Suku Bunga Acuan

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sebut Negosiasi Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Tak Ganggu 'Timeline'

Stafsus Erick Thohir Sebut Negosiasi Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Tak Ganggu "Timeline"

Whats New
Melihat Kinerja Keuangan Pertamina Geothermal Energy yang Bakal IPO

Melihat Kinerja Keuangan Pertamina Geothermal Energy yang Bakal IPO

Whats New
iPhone Generasi Pertama Dilelang, Harganya Ditaksir Tembus Rp 745 Juta

iPhone Generasi Pertama Dilelang, Harganya Ditaksir Tembus Rp 745 Juta

Whats New
Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak, China Salah Perhitungan?

Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak, China Salah Perhitungan?

Whats New
UMR Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto 2023 Terbaru

UMR Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto 2023 Terbaru

Work Smart
Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual via 'Online', Shopee dkk Kompak Turunkan Produk

Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual via "Online", Shopee dkk Kompak Turunkan Produk

Whats New
Tutup Pekan, IHSG Menguat ke Level 6.911

Tutup Pekan, IHSG Menguat ke Level 6.911

Whats New
Gaji UMR Gresik 2023, Tertinggi Kedua Se-Jatim Setelah Surabaya

Gaji UMR Gresik 2023, Tertinggi Kedua Se-Jatim Setelah Surabaya

Work Smart
 Menyusul The Fed, Bank Sentral Inggris dan Eropa Naikkan Suku Bunga 0,5 Persen

Menyusul The Fed, Bank Sentral Inggris dan Eropa Naikkan Suku Bunga 0,5 Persen

Whats New
Cerita Luhut Ungkap 2 Prioritas Jokowi ke Investor Asing

Cerita Luhut Ungkap 2 Prioritas Jokowi ke Investor Asing

Whats New
PMI Manufaktur RI Naik Jadi 51,3, Ditopang Kuatnya Permintaan Dalam Negeri

PMI Manufaktur RI Naik Jadi 51,3, Ditopang Kuatnya Permintaan Dalam Negeri

Whats New
Janji OJK Perbaiki Tata Kelola Industri Asuransi

Janji OJK Perbaiki Tata Kelola Industri Asuransi

Whats New
Buntut Kasus Gagal Bayar Wanaartha Life, OJK Bakal Tindak Tegas Pemberi Jasa yang Terlibat

Buntut Kasus Gagal Bayar Wanaartha Life, OJK Bakal Tindak Tegas Pemberi Jasa yang Terlibat

Whats New
Minat IPO Tinggi, 38 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia

Minat IPO Tinggi, 38 Perusahaan Antre Melantai di Bursa Efek Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+