Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Dewi Ekha, dari Buruh Pabrik hingga Ekspor Bulu Mata Palsu ke 16 Negara

Kompas.com - 15/11/2022, 10:41 WIB

Dewi mengatakan, dirinya tidak memiliki pabrik yang besar. Dirinya memberdayakan masyarakat di sekitarnya yang 99 persennya adalah kaum ibu.

"Saya hanya menyediakan alat dan bahan baku. Nah, nantinya mereka datang ambil barang dan bahan baku dibawa ke rumah mereka masing-masing, terus besoknya disetor ke saya," jelas Dewi.

Dewi mengaku, produknya tidak begitu dijual di lokal, pada saat itu, lantaran memang pasarnya lebih bagus di luar negeri. Saat ini pun, produknya dijual di lokal hanya dari beberapa ressellernya saja.

" Dari awal target saya memang ekspor. Karena kalau di lokal justru enggak bagus. Karena 7 tahun lalu bulu mata itu hanya untuk event sementara di luar negeri sudah daily use, yang memang tiap hari dipakai. Jadi market-nya besar," ucapnya.

Adapun total jumlah volume ekspor yang dia kirim sebanyak 20.000-70.000 pieces per bulannya . Dirinya pun bisa meraup hingga lebih dari 40.000 dollar atau sekitar Rp 620 juta sebulan.

"Kalau omzet yah rata-rata per bulan antara 30.000- 40.000 dollar AS," imbuhnya.

Dewi juga bercerita ketika pandemi, omzetnya sempat anjlok hingga 80 persen. Para seller-nya yang berasal dari luar negeri tidak memesan produk bulu matanya, lantaran toko-toko hingga mal-mal ditutup akibat PPKM.

Namun, untungnya, masih ada beberapa negara yang tetap memesan bulu mata palsunya, walaupun tidak dalam jumlah yang banyak.

Begitu pandemi sudah mulai berangsur pulih, bisnis bulu mata palsunya juga demikian. "Setelah pandemi kemarin dan mal-mal atau toko kecantikan mulai buka, order numpuk. Habis itu mulai normal lagi ini," jelas Dewi.

Baca juga: Kisah Sukses Bobby Gafur, dari Jualan Koran Bekas hingga Jadi Bos OASA

Walaupun ilmunya dalam mengekspor tidak perlu diragukan, Dewi pernah merasa hampir tertipu pembelinya yang "nakal" dengan membuat bukti pembayaran yang palsu. Untungnya dirinya dan timnya kompak dan sama-sama detail, hal yang tidak diinginkan pun tidak terjadi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+