Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 23/11/2022, 07:58 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Perhatian masyarakat dunia kini tertuju pada Qatar, sebuah negara yang relatif sangat kecil di kawasan Teluk, Timur Tengah. Negara ini jadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia.

Qatar juga dikenal sebagai negara yang kaya raya. Pada 2021, pendapatan per kapita negara ini mencapai 61.276 dollar AS atau setara dengan Rp 960,04 juta (kurs Rp 15.674).

Nilai pendapatan per kapita Qatar ini 14 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita 4.291 dollar AS. Pendapatan per kapita Qatar bahkan lebih tinggi dibandingkan Jepang.

Negara ini sejatinya baru merdeka dari Inggris pada 1971 dan tak lama kemudian menemukan salah satu cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, nomor tiga setelah Rusia dan Iran. 

Dengan cadangan LNG mencapai 900 triliun kaki kubik, Qatar yang dulunya hanya berupa kampung nelayan kumuh di Teluk Persia ini menjelma menjadi eksportir LNG terbesar di dunia. Selain LNG, negara ini juga kaya akan minyak bumi. 

Baca juga: Mengapa Dinar Kuwait Jadi Mata Uang Paling Mahal di Dunia?

Mengapa Qatar kaya raya?

Ada sejumlah alasan mengapa Qatar relatif kaya raya, terlepas dari kekayaan minyak dan gas di perut bumi, mengingat banyak negara yang juga kaya minyak namun relatif masih melarat.

Berikut beberapa alasan betapa makmurnya Qatar sebagaimana dilansir dari Qatarofw:

1. Kaya migas tapi penduduk sangat sedikit

Mengapa Qatar sangat kaya? Jawaban paling mudah tentulah karena negara ini memiliki cadangan migas raksasa. Namun bukan hanya itu, penduduk Qatar relatif sangat sedikit.

Qatar adalah negara anggota OPEC paling kecil dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk. Di mana 55 persen PDB negara ini bergantung pada minyak. Sementara jumlah penduduk Qatar hanya 2,9 juta.

Penduduk yang sedikit memudahkan distribusi dollar yang begitu besar dari penjualan minyak secara merata. Memastikan penduduknya mendapatkan sejumlah besar infrastruktur dan pelayanan publik secara gratis.

Baca juga: Penasaran Berapa Harga Bensin di Arab Saudi yang Kaya Minyak?

2. Menginvestasikan uang dari minyak

Qatar bukanlah tipe negara kaya minyak yang melakukan banyak pemborosan tanpa memikirkan masa depannya, terutama saat ini cadangan migasnya mulai menipis.

Negara ini banyak berinvestasi dari uang penjualan minyak. Pemerintah Qatar mendirikan Qatar Investment Authority (QIA), di mana investasinya disebar ke hampir seluruh negara di dunia.

Sejak dibentuk pada tahun 2005, QIA sukses melipatgandakan asetnya sebesar 335 miliar dollar AS dari seluruh portofolio investasinya di berbagai belahan dunia.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com