Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas

Kompas.com - 26/11/2022, 19:23 WIB

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pengawalan gerakan tanam padi di kawasan Food Estate guna memperkuat atau meningkatkan produksi beras nasional dalam menghadapi tantangan krisis global.

Hal tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam pemanfaatan lahan rawa untuk pengembangan sektor pertanian guna mencukupi ketersediaan pangan.

“Saat ini, kami bersama pemerintah daerah (pemda) dan Komandan Resor Militer (Danrem) mengerjakan kawasan luas ini. Akan tetapi, nanti rakyat yang akan kelola ini dengan kelembagaan yang ada dan berproses sesuai ekosistem pertanian dan pangan. Untuk ke depannya, orang Kalimantan harus katakan dari Kalimantanlah Indonesia Kokok Pangannya dan itu yang akan kami capai di Kalimantan,” ujar Mentan SYL dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/11/2022).

Hal itu disampaikan Mentan SYL usai melakukan gerakan tanam di Desa Bentuk Jaya Blok A5, Dadahup, Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu.

Baca juga: 11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

Mentan SYL menambahkan, pengembangan lahan rawa sebagai lahan pangan masa kini dan masa depan dinilai sangat strategis dan prospektif dalam mendukung ketahanan pangan.
Hal ini mengingat pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat di satu sisi lahan pertanian banyak yang beralih fungsi.

“Ini kami baru belajar satu hingga dua tahun dan hasilnya cukup bagus. Oleh karena itu, Food Estate ini kita tidak hanya andalkan dari padi saja, tetapi ada jagung, kelapa, dan kita berharap kelapa, buah-buahan, serta mangga,” ujar Mentan SYL.

Saat ini, lanjut Mentan SYL, kontribusi produksi pertanian lahan rawan pada pangsa produksi pangan nasional masih rendah karena terkendala oleh kondisi lahan yang masih marjinal.

Selain itu, tata kelola air yang perlu diperbaiki dan budaya lokal serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola lahan pertanian juga masih menjadi tantangan.

Baca juga: Soal Permentan 18/2021, Kementan: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan

“Minimal, nanti akan ada sekian ratus hingga jutaan pohon kelapa yang bisa dikembangkan secara bertahap dan nanti bisa didirikan pabrik kelapa baru milik rakyat, bukan pengusaha,” ucap Mentan SYL.

Pengembangan kawasan tanaman pangan Food Estate pada lahan rawa di Kalteng merupakan upaya terobosan peningkatan produksi pangan dan stok cadangan pangan nasional, khususnya beras dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dan krisis pangan dunia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+