Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Kompas.com - 07/12/2022, 19:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas memastikan saat ini sudah tidak ada lagi tenaga honorer diangkat menjadi ASN baik calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur titipan.

"Terkait dengan titipan untuk jadi ASN, secara sistem sudah terkunci dan seleksinya bersifat terbuka mulai dari pendaftaran, seleksi dan pengumuman kelulusan. Jadi masyarakat bisa ikut mengawasi. Jadi kalau dari non-ASN menuju ASN, semua sistem sudah kita bikin terkomputerisasi. Tidak bisa diintervensi," katanya dihubungi Kompas.com, Rabu (7/12/2022).

Hal itu dia buktikan dalam proses seleksi PPPK untuk tenaga kesehatan yang sedang berlangsung hingga kini. Mantan Bupati Banyuwangi ini diketahui sedang berada di Sidoarjo, Jawa Timur. Di sana, dia meninjau langsung proses seleksi PPPK Tenaga Kesehatan.

Baca juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2022, Erick Thohir: Tak Ada Titipan Anak Sultan

"Kebetulan saya tadi mengecek langsung tes kompetensi PPPK tenaga kesehatan, di Sidoarjo, semuanya sudah terkomputerisasi. Bahkan ada face recognition (pendeteksi wajah) untuk memastikan peserta yang mengikuti tes benar-benar yang bersangkutan, bukan joki," kata Anas.

Mengenai dilema reformasi birokrasi yang dihadapi, Anas bersama stakeholders terkait seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan pemerintah daerah sedang membenahinya.

"Kita perbaiki itu dari hulu ke hilir. Salah satunya melalui reformasi birokrasi tematik untuk memperbaiki pelayanan publik dan penataan SDM aparatur yang dilakukan secara berkesinambungan," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN, Satya Pratama tidak menepis adanya KKN dalam proses seleksi ASN. Padahal, larangan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS maupun PPPK tanpa jalur resmi sudah diatur.

"Disinyalir seperti itu berdasarkan laporan-laporan yang diterima dari berbagai sumber walaupun instansi pemerintah sudah dilarang merekrut tenaga honorer berdasarkan Pasal 8 PP Nomor 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pasal 96 PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK," kata Satya.

Senada dengan Menteri PANRB, BKN memastikan tidak ada lagi pengangkatan tenaga honorer/non-ASN tanpa melalui seleksi.

"Kalau ASN (PNS dan PPPK) proses rekrutmennya harus lewat tes yang langsung, terbuka dan transparan. Kalau rekrutmen ASN yang sudah menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN dapat dipastikan tidak ada lagi titipan-titipan," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengungkapkan masih harus menghadapi dilema dalam reformasi birokrasi. Ia menyebutkan, masih ada KKN dalam rekrutmen tenaga honorer atau non-ASN.

"Tetapi, kita sekarang menghadapi ada zona nyaman, ada KKN di dalam rekrutmen honorer/non-ASN. Istilah kami masih ada ASDP, anak, saudara, dan ponakan di beberapa tempat. Tetapi, banyak juga honorer yang hebat membantu pekerjaan inti di daerah-daerah," bebernya.

Menpan-RB mengatakan, sebelum penghapusan tenaga honorer di lingkungan instansi kementerian atau lembaga (K/L) dan pemerintah daerah, pihaknya telah meminta agar instansi pemerintah mengirimkan dan melaporkan data jumlah tenaga honorer masing-masing.

Baca juga: Menpan-RB: Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Work Smart
Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

Whats New
Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Whats New
Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Whats New
Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Whats New
Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Whats New
Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Whats New
Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Whats New
Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Whats New
Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

BrandzView
Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Whats New
Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Whats New
Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+