Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lowongan Kerja Kedutaan Besar Norwegia untuk S1, Ini Syarat dan Cara Mendaftarnya

Kompas.com - 09/12/2022, 09:15 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi kamu lulusan Sarjana (S1) di bidang Ekonomi, Bisnis, Ilmu Politik, atau Hukum ingin bekerja di Kedutaan Besar Norwegia, simak lowongan yang satu ini.

Kedutaan Besar Norwegia membuka lowongan kerja yang nantinya akan mengisi posisi sebagai pejabat Perdagangan dan Ekonomi.

Posisi tersebut untuk kontrak 1 tahun dan akan di tempatkan di Jakarta.

Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta terakreditasi untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN dan mewakili kepentingan politik, ekonomi, kerjasama pembangunan dan konsuler Kerajaan Norwegia.

Baca juga: HRD hingga Sales Marketing Jadi Pekerjaan yang Banyak Dilamar Pencari Kerja di JobStreet

Kedutaan ini memiliki 8 diplomat dan 16 staf lokal.

Tugas utama termasuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, membantu warga negara Norwegia, mempromosikan bisnis Norwegia, dan membangun kemitraan di bidang-bidang yang diprioritaskan.

Mengutip dari situs resminya, Jumat (9/12/2022), berikut adalah tugas utama, syarat dan cara mendaftarnya.

Baca juga: Kerap Merugikan Pencari Kerja, Ini 6 Cara Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Tugas utama

Adapun tugas utama untuk posisi ini adalah:

- Menindaklanjuti pertanyaan dari perusahaan Norwegia mengenai akses pasar dan peluang bisnis di Indonesia

- Menidaklanjuti kerangka peraturan Indonesia untuk perdagangan dan bisnis, khususnya dalam energi terbarukan dan ekonomi sirkular

- Menyelenggarakan kegiatan promosi perdagangan, lokakarya, acara jejaring, dan misi dagang (keluar dan masuk )

- Memberikan analisis kebijakan tentang perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah di Indonesia

- Mempersiapkan materi pembekalan, poin pembicaraan, presentasi dan pidato untuk Duta Besar dan staf diplomatik

- Membangun jaringan yang kuat dan relevan dengan para pemangku kepentingan baik di sektor publik maupun swasta

Baca juga: 4 Kiat Sukses Melamar Kerja untuk Fresh Graduate

Persyaratan

Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi:

- Memiliki gelar Sarjana (S1) minimum atau setara di bidang yang relevan seperti Ekonomi, Bisnis, Ilmu Politik, atau Hukum

- Memiliki pengalaman yang relevan minimal 2 tahun dari pengembangan bisnis dan/atau tugas terkait perdagangan di sektor swasta, pemerintah, organisasi internasional atau kedutaan

- Memiliki minat yang kuat dalam hubungan internasional dan pemahaman yang baik tentang ekonomi, politik, dan masyarakat Indonesia

- Memiliki kemampuan yang terbukti untuk membangun jaringan dan hubungan yang kuat dan efektif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemangku kepentingan senior dan mitra

- Fasih dalam berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tertulis dan lisan

- Memiliki keterampilan bahasa Inggris akan diuji sebelum pekerjaan

- Paham menggunakan Microsoft Office (Word, Excel, Outlook, Explorer, PowerPoint).

Baca juga: Cara Buat CV dan Surat Lamaran Kerja agar Mudah Diterima Kerja

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

Rilis
KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

Whats New
Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Whats New
Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Whats New
Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Whats New
Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Whats New
Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Whats New
Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Whats New
Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Whats New
Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Whats New
Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Whats New
Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Whats New
Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Whats New
Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Whats New
Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+