Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekanan IHSG Berlanjut hingga Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Ini

Kompas.com - 09/12/2022, 07:40 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,53 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.804,23 pada sesi perdagangan Kamis (8/12/2022). Ini menjadi kali keenam secara berturut-turut indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyebutkan, pada akhir pekan pertama Desember ini, pergerakan IHSG masih terkonsolidasi. Tekanan ini diproyeksi berlanjut pada Jumat (9/12/2022) hari ini.

Namun demikian, Ia bilang, tekanan berpotensi menurun pada pengujung pekan. Menurutnya, peluang teknikal rebound berpotensi terjadi pada sesi perdagangan hari ini.

"Peluang teknikal rebound mulai terlihat walaupun kenaikan yang mungkin terjadi masih berada dalam rentang terbatas," kata dia dalam risetnya, Kamis.

Baca juga: IHSG Kemarin Tertekan, 10 Saham Ini Banyak Diborong Asing

Oleh karenanya, ia memproyeksi, pada hari ini IHSG berpotensi tertekan dengan rentang terbatas, dan peluang rebound secara teknikal. IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.721-7.027.

"Momentum tekanan merupakan momentum berharga bagi investor jangka menengah dan panjang dikarenakan harapan akan kondisi yang kian membaik di tahun mendatang," tuturnya.

Pada sesi perdagangan kali ini, saham yang menarik untuk diperhatikan versi William ialah BBCA, AALI, INDF, BBRI, TBIG, CTRA, LSIP dan SMRA.

Baca juga: Simak 10 Saham Paling Diminati Investor Pada Perdagangan Kemarin

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebutkan, IHSG berpotensi rebound pada hari ini. Namun menurutnya, indeks bursa saham nasional berpotensi melanjutkan koreksi wave (c) menurut skenario pola koreksi triangle menuju 6.655 sebagai support berikutnya apabila IHSG tetap di bawah 6.868.

Lebih lanjut Ia bilang, level support IHSG berada di 6.679, 6.655, dan 6.600. Sementara level resistennya berada di 6.868, 6.912, dan 7.000.

"Berdasarkan indikator MACD mengindikasikan momentum bearish," ucapnya.

Untuk perdagangan hari ini, Ivab merekomendasikan saham CPIN (buy on weakness), ANTM (accumulative buy), INDF (accumulative buy), HRUM (trading buy), dan INKP (trading buy).

Baca juga: Penjelasan GOTO soal Anjloknya Harga Saham

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis atau sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Whats New
Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Whats New
Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com