Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan GOTO soal Anjloknya Harga Saham

Kompas.com - 08/12/2022, 15:57 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara terkait anjloknya harga saham dalam kurun waktu lebih dari sepekan terakhir. Ini disampaikan dalam gelaran paparan publik atau public expose insidentil.

Presiden GoTo Gojek Tokopedia Patrick Cao mengatakan, koreksi signifikan yang terjadi pada saham GOTO tidak terlepas dari mekanisme pasar. Menurutnya, ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor eksternal.

"Termasuk, namun tidak terbatas dari kondisi makro ekonomi, pasar modal, kompetisi, dan kinerja perusahaan," kata dia dalam paparan publik insidentil, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: IHSG Sesi Ditutup Melemah Hampir 1 Persen, GOTO, MIKA, dan ARTO Jadi Top Losers LQ45

Berakhirnya periode penguncian atau lock up period saham seri A juga mempengaruhi pergerakan saham GOTO selama sepekan terakhir. Patrick bilang, saham yang beredar di pasar saat ini semakin banyak dengan dibukanya "gembok" transaksi saham pra-IPO.

"Yang mengakibatkan peningkatan transaksi jual-beli saham," ujarnya.

Menurutnya, aksi jual saham GOTO bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti investor awal yang masuk dengan harga saham rendah merealisasikan keuntungannya. Kemudian, berakhirnya masa investasi untuk investor finansial.

Baca juga: ARB Berjilid-jilid Berlanjut, Saham GOTO Kini Setara Rp 100 Per Lembar


"Dan kebutuhan likuiditas di akhir tahun atau kebutuhan likuiditas lainnya. Banyak dari variabel ini merupakan hal-hal di luar kontrol dan pengetahuan perusahaan," tutur dia.

Di tengah tekanan harga saham yang dialami, Patrick bilang, perusahaan akan fokus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perusahaan berusaha meningkatkan engagement serta kegiatan bisnis lebih efisien untuk mempercepat profitabilitas.

"Kami juga terus melakukan penjajakan dengan investor potensial yang baru, terutama menuju peluang masuknya GoTo ke dalam index global di paruh pertama tahun 2023," ucap Patrick.

Baca juga: Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Sebagai informasi, laju pelemahan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berlanjut pada perdagangan Kamis. Lagi-lagi, saham GOTO langsung menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada pembukaan perdagangan.

Melansir data RTI, setelah perdagangan dibuka, saham GOTO langsung merosot 6,54 persen ke posisi harga Rp 100. Emiten teknologi itu terus mengukir rekor harga terendah saham sepanjang masa.

Ini menjadi kali kesembuilan secara berturut-turut saham GOTO menyentuh level ARB. Sejak 28 November 2022, saham GOTO terus ambles dan menyentuh batas bawah perdagangan harian.

Baca juga: Saham GOTO Ambles, Telkomsel: Fluktuasi Nilai Hal yang Wajar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+