Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RILIS BIZ

Kurangi Konsumsi Listrik, Perusahaan Wajib Bangun Infrastruktur Green Data Center

Kompas.com - 09/02/2023, 19:22 WIB
Alek Kurniawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konsep green data center semakin menjadi fokus pelaku industri sebagai upaya dekarbonisasi dari kegiatan operasionalnya.

Ada dua aspek utama dekarbonisasi yang ingin dicapai, yakni efisiensi konsumsi listrik yang terukur dan peralihan ke sumber energi terbarukan, serta upaya pengurangan dampak lingkungan langsung dari fasilitas dan teknologi data center.

Studi internal Schneider Electric memperkirakan, penggunaan energi oleh industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan membengkak menjadi 20,9 persen dari total global dan menyumbang 5,5 persen dari emisi gas rumah kaca global pada 2025.

Baca juga: Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Sementara itu, salah satu konsumsi listrik terbesar di industri teknologi informasi (TI) berasal dari data center.

Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia Yana Achmad Haikal mengatakan, listrik dan pendinginan (cooling) mengonsumsi energi terbesar di data center dan perlu menjadi prioritas utama dalam peningkatan keberlanjutan.

“Sistem pendinginan mengonsumsi listrik hingga 37 persen dari total konsumsi listrik, dan membutuhkan sumber daya air dalam jumlah yang besar,” kata Yana dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/2/2023).

Baca juga: Selenggarakan Innovation Summit World Tour, Schneider Electric Serukan Aksi Sustainability

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan sistem pemantauan real-time untuk mengukur efektivitas operasional fasilitas data center dalam penggunaan listrik, air, dan sumber daya lainnya.

“Tidak hanya itu, pemilihan solusi dan teknologi yang mengusung konsep ramah lingkungan serta dapat mengoptimalkan siklus hidup data center juga penting dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” jelas Yana.

Dukung pembangunan AREA31

Yana mengatakan bahwa sebagai pemimpin transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric ingin menjadi mitra digital bagi pelaku data center di Indonesia untuk bertransformasi menuju green data center.

Baru-baru ini, perusahaan asal Prancis tersebut juga ditunjuk oleh PT Dunia Virtual Online untuk mendukung pembangunan infrastruktur data center terbarunya, AREA31, yang berlokasi di Cimanggis, Jawa Barat.

Dalam mendukung infrastruktur AREA31 menjadi green data center, pondasi dasar yang diperlukan adalah memiliki visibilitas menyeluruh terhadap perjalanan aksinya termasuk konsumsi energi.

Baca juga: Pabrik Schneider Electric Gunakan 100 Persen Energi Terbarukan pada 2025

“Infrastruktur green data center juga harus memiliki kemampuan untuk memproses dan menganalisis data secara akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran,” kata Yana.

Schneider Electric, tambahnya, mendukung hal tersebut melalui berbagai solusi. Pertama, menyediakan perangkat terhubung (connected product), seperti low voltage (LV) switchgear dan medium voltage (MV) switchgear.

Kedua, perangkat lunak, seperti data center infrastructure management (DCIM) untuk memantau kinerja infrastruktur data center secara real-time dan uniflair room cooling system yang meningkatkan efisiensi konsumsi energi, mengontrol kelembaban, serta menjaga stabilitas suhu udara di ruangan pendinginan.

Baca juga: Schneider Electric Luncurkan Sustainability Framework untuk Capai Keberlanjutan Industri Data Center

President Director AREA31 Michael Alifen pada kesempatan yang sama mengatakan, AREA31 mengusung konsep Purpose-Built Data Center yang menyediakan tidak hanya solusi data center, tetapi juga satelit teleport.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Pajak Daerah secara Online lewat Tokopedia

Cara Bayar Pajak Daerah secara Online lewat Tokopedia

Spend Smart
Apa Itu 'Cut-Off Time' pada Investasi Reksadana?

Apa Itu "Cut-Off Time" pada Investasi Reksadana?

Earn Smart
Mengenal Apa Itu 'Skimming' dan Cara Menghindarinya

Mengenal Apa Itu "Skimming" dan Cara Menghindarinya

Earn Smart
BRI Beri Apresiasi untuk Restoran Merchant Layanan Digital

BRI Beri Apresiasi untuk Restoran Merchant Layanan Digital

Whats New
Kemenhub Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM Angkutan Penyeberangan

Kemenhub Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM Angkutan Penyeberangan

Whats New
CGAS Raup Pendapatan Rp 130,41 Miliar pada Kuartal I 2024, Didorong Permintaan Ritel dan UMKM

CGAS Raup Pendapatan Rp 130,41 Miliar pada Kuartal I 2024, Didorong Permintaan Ritel dan UMKM

Whats New
Simak Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Simak Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Earn Smart
HET Beras Bulog Naik, YLKI Khawatir Daya Beli Masyarakat Tergerus

HET Beras Bulog Naik, YLKI Khawatir Daya Beli Masyarakat Tergerus

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Malaysia hingga Amerika Serikat

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Malaysia hingga Amerika Serikat

Whats New
KKP Terima 99.648 Ekor Benih Bening Lobster yang Disita TNI AL

KKP Terima 99.648 Ekor Benih Bening Lobster yang Disita TNI AL

Rilis
Di Hadapan Menko Airlangga, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di Hadapan Menko Airlangga, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Anggota DPR: Jangan Sampai Membuat Penumpang Beralih...

Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Anggota DPR: Jangan Sampai Membuat Penumpang Beralih...

Whats New
Menteri ESDM Pastikan Perpanjangan Izin Tambang Freeport Sampai 2061

Menteri ESDM Pastikan Perpanjangan Izin Tambang Freeport Sampai 2061

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan 'Daya Tahannya'

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan "Daya Tahannya"

Whats New
“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com