Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ORI024 Ditawarkan Mulai Besok, Kupon 6,10 Persen dan 6,35 Persen.

Kompas.com - 08/10/2023, 12:13 WIB
Erlangga Djumena

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Obligasi Negara Ritel seri ORI024 akan segera terbit dalam dua seri. ORI024 akan terbit dengan tenor tiga tahun dan enam tahun dan kupon masing-masing sebesar 6,10 persen dan 6,35 persen.

Dalam keterangannya, Kementerian Keuangan menyebutkan, masa penawaran akan dimulai pada Senin (9/10/2023) pukul 09.00 WIB. Penawaran akan berlangsung hingga Kamis, 2 November 2023.

Pemerintah akan menerbitkan ORI024 dalam dua tenor atau jangka waktu investasi sama seperti pada ORI023. Yakni, ORI024T3 atau ORI024 dengan tenor 3 tahun dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2026 dan ORI024T6 atau ORI024 tenor 6 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2029.

Baca juga: 3 Tips Dapatkan Cuan dari ORI

Adapun minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta. Sementara maksimal pemesanan untuk ORI024T3 sebesar Rp 5 miliar, sedangkan untuk ORI024T6 sebesar Rp 10 miliar.

ORI024 akan ditawarkan dengan kupon fixed rate dalam tenor 3 tahun dan 6 tahun, serta memiliki fitur tradable atau dapat diperjualbelikan. Namun, holding period untuk ORI024 dilakukan dalam satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 16 Desember 2023.

"Pembayaran kupon pertama kali akan dilakukan pada 15 Desember 2023," tulisnya.

Baca juga: Mau Investasi ORI? Kenali Karakteristiknya

Mitra distribusi

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI024T3 dan ORI024T6 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 29 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik, yaitu:

PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Commonwealth
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Victoria International Tbk
Standard Chartered Bank, Indonesia
PT BRI Danareksa Sekuritas
PT BNI Sekuritas
PT Mandiri Sekuritas
PT Phillip Sekuritas Indonesia
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
PT Bareksa Portal Investasi
PT Bibit Tumbuh Bersama
PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
PT Investree Radhika Jaya
PT Mitrausaha Indonesia Grup (modalku)

Baca juga: Mana Lebih Oke, Sukuk Tabungan, ORI, atau Deposito?

Imbal hasil menarik

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, kupon yang ditawarkan di atas 6 persen seiring dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang sedang tertekan di level 7 persen.

Meski begitu, tekanan yield lebih disebabkan pasar global sehingga kupon yang ditawarkan menarik lantaran kondisi makro Indonesia relatif stabil.

"BI mempertahankan suku bunga, tetapi yield SBN di pasar juga merangkak naik sehingga untuk investor yang baru mau masuk return yang akan didapatkan lebih menarik," ujar dia kepada Kontan.co.id, Jumat (6/10/2023).

Selain kupon yang tinggi, Ramdhanmenyebut ORI sudah menjadi salah satu alternatif instrumen investasi yang diminati dalam lima tahun terakhir. Salah satu pendorongnya dari return yang diberikan dibandingkan dengan instrumen yang sejenis, yakni deposito.

Karenanya, dia pun memperkirakan penyerapan ORI024 bisa mencapai di atas Rp 25 triliun. "Saya perkirakan setidaknya di atas Rp 20 triliun, bahkan di atas Rp 25 triliun," kata Ramdhan.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi 'Blockchain'

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi "Blockchain"

Whats New
Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Whats New
Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Whats New
Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Spend Smart
Menko Airlangga Beberkan Keberhasilan Perekonomian Indonesia di Hadapan Para Pemimpin Global pada Nikkei Forum 2024

Menko Airlangga Beberkan Keberhasilan Perekonomian Indonesia di Hadapan Para Pemimpin Global pada Nikkei Forum 2024

Whats New
Giliran Kemenhub Tegur Garuda soal Layanan Penerbangan Haji

Giliran Kemenhub Tegur Garuda soal Layanan Penerbangan Haji

Whats New
Harga Bahan Pokok Sabtu 25 Mei 2024, Harga Ikan Kembung Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Harga Bahan Pokok Sabtu 25 Mei 2024, Harga Ikan Kembung Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Kebakaran di Kilang Pertamina Balikpapan Sudah Berhasil Dipadamkan

Kebakaran di Kilang Pertamina Balikpapan Sudah Berhasil Dipadamkan

Whats New
Kenaikan Harga Saham Nvidia, Nasdaq Catat Rekor Tertinggi

Kenaikan Harga Saham Nvidia, Nasdaq Catat Rekor Tertinggi

Whats New
Kinerja Kepala Desa Millenial dan Z

Kinerja Kepala Desa Millenial dan Z

Whats New
Berkaca dari AS, Banyak Kredit Macet Akibat Student Loan

Berkaca dari AS, Banyak Kredit Macet Akibat Student Loan

Whats New
Atur Keuangan Agar Bebas Hutang, Ini Tipsnya

Atur Keuangan Agar Bebas Hutang, Ini Tipsnya

Work Smart
Penyebab Student Loan Gagal di Era Soeharto: Banyak Kredit Macet

Penyebab Student Loan Gagal di Era Soeharto: Banyak Kredit Macet

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com