Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bea Cukai "Cuci Gudang" Lagi, Kini Lelang 35 Unit Mobil KIA

Kompas.com - 13/12/2023, 12:30 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok akan kembali melelang 35 unit mobil hasil sitaan merek KIA pada Kamis (14/12/2023).

Puluhan unit mobil itu merupakan barang yang tidak dikuasai negara, yakni barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara (TPS), yang melebihi jangka waktu 30 hari sejak penimbunannya, atau barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang telah dicabut izinnya dalam jangka waktu 30 hari sejak pencabutan izin.

Berdasarkan keterangan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, 35 unit kendaraan yang akan dilelalng itu terdiri dari 27 unit KIA Sorento dan 8 unit KIA Carens, dengan harga limit atau harga awal penawaran unit paling rendah sebesar Rp 56,42 juta per unit dan paling tinggi sebesar Rp 98,12 juta per unit.

Baca juga: KPK Lelang Barang Hasil Gratifikasi, Ada Album BTS, Sepeda Listrik, hingga PS5

Rencananya, lelang akan dilakukan secara terbuka dan online melalui aplikasi yang dapat diakses melalui laman lelang.go.id pada Kamis (14/12/2023) besok, pukul 13.00 - 16.00 WIB.

Adapun lelang dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi dengan jasa pra lelang PT Fortuna Mulia Indonesia.

Aksi lelang itu dibagi ke dalam 3 lot yakni lot A yang terdiri 8 unit KIA Sorento dan 3 unit KIA Carens, kemudian lot B terdiri dari 9 unit KIA Sorento dan 3 unit KIA Carens, dan lot C terdiri dari 10 unit KIA Sorento dan 2 unit KIA Carens.

Baca juga: Pemerintah Serap Rp 9,14 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Berikut rincian unit beserta harga limit dan jaminan di setiap lot:

Lot A (waktu lelang 14.00-15.00)

  1. 2 unit KIA Sorento A/T DOHC 16V warna putih, harga limit Rp 83,90 juta, jaminan Rp 35 juta
  2. 6 unit KIA Sorento A/T CRDi 16V warna putih, hitam, abu-abu, harga limit Rp 98,12 juta, jaminan Rp 40 juta
  3. 3 unit KIA Sorento M/T DOHC 16V warna silver, harga limit Rp 56,42 juta, jaminan Rp 25 juta

Lot B (waktu lelang 15.00-16.00)

  1. 2 unit KIA Sorento A/T DOHC 16V warna putih, harga limit Rp 83,90 juta, jaminan Rp 35 juta
  2. 7 unit KIA Sorento A/T CRDi 16V warna putih, hitam, abu-abu, harga limit Rp 98,12 juta, jaminan Rp 40 juta
  3. 3 unit KIA Sorento M/T DOHC 16V warna silver, harga limit Rp 56,42 juta, jaminan Rp 25 juta

Lot C (waktu lelang 13.00-14.00)

  1. 3 unit KIA Sorento A/T DOHC 16V warna putih, harga limit Rp 83,90 juta, jaminan Rp 35 juta
  2. 7 unit KIA Sorento A/T CRDi 16V warna putih, hitam, abu-abu, harga limit Rp 98,12 juta, jaminan Rp 40 juta
  3. 2 unit KIA Sorento M/T DOHC 16V warna silver dan putih, harga limit Rp 56,42 juta, jaminan Rp 25 juta

Baca juga: Pencinta Mobil Sport, Bea Cukai Lelang Nissan Silvia S15 dan BMW M3 Coupe

Secara lebih rinci, lot A terdiri dari 21 unit KIA Sorento A/T DOHC 16V dengan warna mobil mulai dari abu-abu, putih, silver, dan hitam. Seluruh unit di lot ini dilelang dengan harga limit Rp 83,89 juta dan jaminan sebesar Rp 35 juta.

Sebagai tambahan informasi, seluruh unit yang akan dilelang merupakan mobil dalam keadaan off the road. Dengan kata lain, belum terdapat BPKB dan STNK.

Bagi anda yang tertarik untuk mengikuti lelang tersebut, anda dapat melihat unit-unit mobil yang akan ditawarkan. Bea dan Cukai melaksanakan open house di TPP Cikarang, hingga Rabu (13/12/2023) hari ini pukul 15.00 WIB.

Pendaftaran lelang beserta penyetoran uang jaminan dilakukan selambat-lambatnya pada Rabu hari ini.

Adapun link lelang bisa klik tautan beriut ini: Lelang mobil Bea Cukai.

Baca juga: Kejaksaan Agung Lelang 3 Mobil Mewah Benny Tjokro, Harga Mulai dari Rp 88,7 Juta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ini 'Ramalan' Terbaru Bank Dunia Terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Ini "Ramalan" Terbaru Bank Dunia Terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Whats New
Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Whats New
IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
 The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

Whats New
Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Whats New
[POPULER MONEY] Kominfo Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink | Ditransfer Uang Pinjol Ilegal, Ini yang Harus Dilakukan

[POPULER MONEY] Kominfo Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink | Ditransfer Uang Pinjol Ilegal, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Diperintah Jokowi Akuisisi Perusahaan Kamboja, Dirut Bulog: Pembicaraan Sudah Dilakukan

Diperintah Jokowi Akuisisi Perusahaan Kamboja, Dirut Bulog: Pembicaraan Sudah Dilakukan

Whats New
OJK: Kredit Macet 15 'Fintech Lending' di Atas 5 Persen

OJK: Kredit Macet 15 "Fintech Lending" di Atas 5 Persen

Whats New
Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Whats New
Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Whats New
Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Whats New
Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk 'Subholding Company' Anak Usaha

Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk "Subholding Company" Anak Usaha

Whats New
Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Whats New
Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com