Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Bandara RI Masuk Daftar 10 Bandara Terburuk di Dunia Versi AirHelp

Kompas.com - 26/12/2023, 13:43 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga konsumen AirHelp dalam pemeringkatannya yang bertajuk Global Airport Rank memaparkan bandara-bandara terburuk di dunia. Sebanyak tiga bandara di Indonesia masuk dalam daftar bandara terburuk di dunia versi AirHelp tersebut.

Bandara-bandara di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Bandara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau Denpasar International Airport di Bali, dan Bandara Internasional Syamsuddin Noor di Banjarmasin.

Secara keseluruhan, Global Airport Rank mencatat sebanyak 194 bandara masuk dalam daftar, dari yang terbaik hingga terburuk.

Baca juga: Bandara Minangkabau Kembali Beroperasi Usai Erupsi Gunung Marapi

“Kami tahu bahwa pengalaman Anda di bandara memengaruhi sisa perjalanan. Itulah sebabnya kami memberi peringkat bandara-bandara di dunia dalam Skor AirHelp tahunan terbaru kami,” kata AirHelp di laman resminya, dikutip Selasa (26/12/2023).

Dalam daftar tersebut, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma diberi skor 6,63/10.  Ketepatan waktu (on time performance/OTP) bandara tersebut diberi skor 5,7.

Adapun layanan makanan dan toko diberi skor 8,1 dan opini konsumen diganjar skor 8. Secara keseluruhan, Bandara Halim Perdanakusuma berada di peringkat 185 dalam daftar Global Airport Rank.

Di masa penjajahan Belanda, Bandara Halim Perdanakusuma bernama Vliegveld Tjililitan alias Lapangan Terbang Tjililitan. Kemudian pada tahun 1950, Belanda menyerahkan bandara tersebut kepada Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Maskapai Super Air Jet Bakal Mengawali Operasi Bandara Dhoho Kediri

Pada tahun 1952, lapangan terbang itu berganti nama menjadi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang digunakan untuk militer dan sipil.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com