Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dekati Akhir Tahun, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Kompas.com - 28/12/2023, 17:23 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada Kamis (28/12/2023). Demikian juga dengan kurs rupiah yang menguat pada penutupan perdagangan pasar spot.

IHSG ditutup pada level 7.303,88. IHSG menguat 57,97 poin atau 0,8 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.245,91.

Mengutip RTI, sebanyak 307 saham melaju di zona hijau dan 210 saham di zona merah. Sedangkan 248 saham lainnya stagnan.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Menguat di Awal Sesi

Ilustrasi saham, pergerakan saham, IHSG.SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O Ilustrasi saham, pergerakan saham, IHSG.

Adapun jumlah transaksi di BEI sore ini mencapai Rp 9 triliun dengan volume 17 miliar saham.

Saham top gainer yang mendorong penguatan IHSG di antaranya PT Matahari Putra Prima Tbk (LPPF) yang melonjak 14,8 persen pada level Rp 2.010 per saham. Kemudian, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 7,6 persen ke posisi Rp 1.410 per saham.

Dilanjutkan oleh PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang naik 5,2 persen ke level Rp 1.720 per saham.

Sementara itu, beberapa saham top losers yaitu, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang ambles 7,9 persen ke posisi Rp 7.200 per saham. Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melemah 5,8 persen ke level Rp 1.460 per saham.

Baca juga: Proyeksi IHSG Hari Ini, Analisis, dan Rekomendasi Sahamnnya

Dilanjutkan oleh saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 3,5 persen ke posisi Rp 1.375 per saham.

Indeks saham Asia ditutup mayoritas pada teritori positif, dengan kenaikan Strait Times 1,38 persen (43,6 poin) pada level 3.214,4, Shanghai Komposit bertambah 1,38 persen (40 poin) pada posisi 2.954,7, dan Hang Seng Hong Kong menguat 2,5 persen (418,6 poin) pada level 17.043,52.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Syariah Cetak Laba Bersih Rp 164,1 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com