Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Apa? Yuk Kenali Pengertiannya

Kompas.com - 18/01/2024, 18:04 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah akan kembali menawarkan sejumlah Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel) tahun ini, salah satunya Obligasi Negara Ritel (ORI).

Dilansir dari akun resmi Instagram Kementerian Keuangan (Kemenkeu), akan ada dua seri Obligasi yang diterbitkan pemerintah tahun 2024, yaitu ORI025 dan ORI026.

Menurut jadwal, ORI025 akan ditawarkan pada 29 Januari-22 Februari 2024, sedangkan ORI026 ditawarkan pada 30 September-24 Oktober 2024.

Lantas, apa itu Obligasi Negara Ritel (ORI)?

Baca juga: SBN Ritel adalah Apa? Yuk Kenali Pengertiannya

Apa itu ORI?

Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah surat utang negara yang dijual oleh pemerintah kepada investor ritel di pasar perdana domestik dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Pemerintah menerbitkan ORI untuk memenuhi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui penerbitan SBN, menyediakan alternatif instrumen investasi bagi investor individu, dan mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.

Tersedia dua pilihan tenor atau jangka waktu investasi ORI, yaitu 3 tahun dan 6 tahun.

Perlu dicatat, Obligasi Negara Ritel atau ORI termasuk investasi yang aman sebab nilai pokok dan kupon dijamin oleh negara.

Baca juga: 3 Perbedaan SBR dan ORI, Apa Saja?

Tingkat imbal hasil atau kupon ORI lebih tinggi daripada rata-rata suku bunga deposito Bank BUMN di pasar perdana, bersifat tetap, dan akan dibayarkan setiap bulan.

Pembayaran kupon dan pokok akan dilakukan tepat waktu secara online langsung ke rekening dana investor.

Kupon dari investasi ORI bersifat tetap yang dibayarkan setiap bulan melalui Bank Indonesia (BI), yang akan mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran kupon dan/atau pokok ORI ke rekening dana investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran kupon dan/atau pokok ORI.

Dikarenakan bisa diperdagangkan di pasar sekunder, maka investasi ini memiliki potensi capital gain atau keuntungan modal. Investasi ORI dapat diperdagangkan antar investor domestik di pasar sekunder sesuai harga pasar.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Obligasi dan Jenisnya

Risiko investasi ORI

ORI bebas dari risiko gagal bayar, karena pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh Undang-Undang dan dianggarkan di APBN setiap tahunnya.

Investasi ORI juga aman dari risiko likuiditas, sebab bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Meski begitu, dalam transaksi di pasar sekunder, dimungkinkan adanya risiko pasar berupa kerugian (capital loss) akibat harga jual yang lebih rendah dibandingkan harga beli.

Risiko kerugian atau capital loss ini bisa dihindari dengan tidak menjual ORI di bawah harga pembelian.

Baca juga: Apa Itu Sukuk Ritel? Ini Penjelasannya

Syarat investasi ORI

Merujuk informasi resmi Kemenkeu, beberapa persyaratan investasi ORI sebagai berikut:

  • Warga negara Indonesia yang mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Investasi minimal Rp 1 juta, dan kelipatan Rp 1 juta.
  • Memiliki rekening dana di salah satu bank umum dan rekening surat berharga di salah satu sub-registry.

Untuk berinvestasi ORI, bisa dilakukan dengan memesan secara online melalui mitra distribusi resmi saat masa penawaran berlangsung.

Demikian rangkuman mengenai apa itu pengertian Obligasi Negara Ritel (ORI), keuntungan, risiko, dan persyaratannya.

Baca juga: Apa Itu IHSG? Kenali Pengertian dan Fungsinya

Baca juga: Apa Itu Sukuk Tabungan? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

BBPTUHPT Baturraden Milik Kementan Siap Pasok Kebutuhan Program Susu Gratis

BBPTUHPT Baturraden Milik Kementan Siap Pasok Kebutuhan Program Susu Gratis

Whats New
 Kerap Dinilai Negatif, Perhatikan Ini Sebelum Masuk Bisnis MLM

Kerap Dinilai Negatif, Perhatikan Ini Sebelum Masuk Bisnis MLM

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Cerita Hitler Bangun Ekonomi Jerman usai Perang | Pedagang Kulit Ketupat Raup Rezeki Idul Adha

[POPULER MONEY] Cerita Hitler Bangun Ekonomi Jerman usai Perang | Pedagang Kulit Ketupat Raup Rezeki Idul Adha

Whats New
Libur Panjang Idul Adha, Garuda dan Citilink Angkut 73.434 Penumpang

Libur Panjang Idul Adha, Garuda dan Citilink Angkut 73.434 Penumpang

Whats New
Idul Adha, Bank Artha Graha Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Idul Adha, Bank Artha Graha Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Whats New
Indodax: Bitcoin Jadi Opsi Fleksibilitas saat Ekonomi Tak Stabil

Indodax: Bitcoin Jadi Opsi Fleksibilitas saat Ekonomi Tak Stabil

Whats New
Cara Mudah Bayar Tagihan IndiHome via Livin' by Mandiri

Cara Mudah Bayar Tagihan IndiHome via Livin' by Mandiri

Spend Smart
Cara Mudah Buat Akun PayPal untuk Pribadi dan Bisnis

Cara Mudah Buat Akun PayPal untuk Pribadi dan Bisnis

Spend Smart
PLN Siagakan 1.470 SPKLU Selama Libur Idul Adha 2024

PLN Siagakan 1.470 SPKLU Selama Libur Idul Adha 2024

Whats New
Libur Idul Adha, Penumpang Pesawat di 20 Bandara Diprediksi Capai 971.861 Orang

Libur Idul Adha, Penumpang Pesawat di 20 Bandara Diprediksi Capai 971.861 Orang

Whats New
Whoosh Tembus 20.000 Penumpang Per Hari Saat Libur Panjang Idul Adha

Whoosh Tembus 20.000 Penumpang Per Hari Saat Libur Panjang Idul Adha

Whats New
Cipta Perdana Lancar Incar Rp 71,4 Miliar dari IPO

Cipta Perdana Lancar Incar Rp 71,4 Miliar dari IPO

Whats New
Cara Buka Blokir ATM BNI lewat Mobile Banking, Memang Bisa?

Cara Buka Blokir ATM BNI lewat Mobile Banking, Memang Bisa?

Spend Smart
Libur Panjang Idul Adha, Menhub Ingatkan Masyarakat Gunakan Bus Laik Jalan

Libur Panjang Idul Adha, Menhub Ingatkan Masyarakat Gunakan Bus Laik Jalan

Whats New
2 Cara Mengatasi Mobile Banking BNI Terblokir, Jangan Panik

2 Cara Mengatasi Mobile Banking BNI Terblokir, Jangan Panik

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com