Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Serap Rp 23,92 Triliun dari Penjualan ORI025

Kompas.com - 27/02/2024, 12:46 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 23,92 triliun dari hasil penjualan Obligas Negara Ritel (ORI) seri ORI025T3 dan ORI025T6.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), nominal tersebut terdiri dari penyerapan seri ORI025T3 sebesar Rp 19,38 triliun dan seri ORI025T6 sebesar Rp 4,54 triliun.

Adapun dana hasil penjualan ORI025T3 dan ORI025T6 akan dipakai untuk memenuhi target pembiayaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun 2024.

Seperti diketahui, instrumen investasi ORI025 ditawarkan pada 29 Januari sampai 22 Februari 2024.

Terkait nilai imbal hasil atau kupon ORI025, ditetapkan sebesar 6,25 persen untuk ORI025T3 dan 6,4 persen untuk ORI025T6.

Baca juga: Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Apa? Yuk Kenali Pengertiannya

Ringkasan hasil pemesanan ORI025

Total investor ORI025T3 mencapai 52.236 investor, dengan 18.568 atau 35,55 persen merupakan investor baru.

Sementara itu, total investor ORI025T6 berjumlah 1.581 investor, dengan investor yang melakukan pemesanan dengan nominal Rp 1 juta sebesar 11,84 persen atau 0,04 persen dari total nominal.

Untuk instrumen investasi ini, generasi Milenial kembali mendominasi investor ORI025T3 sebesar 45,97 persen dan ORI025T6 sebesar 53,52 persen.

Meski begitu, secara nominal masih didominasi oleh generasi X sebesar 37,43 persen untuk ORI025T3 dan 40,35 persen untuk ORI025T6.

Baca juga: Kapan Kupon Pertama ORI025 Dibayarkan?

Lebih lanjut, investor berdasarkan profesi, masih didominasi oleh pegawai swasta, yaitu untuk investor ORI025T3 sebesar 35,08 persen dan ORI025T6 sebesar 38,99 persen.

Tapi secara nominal, investor yang berprofesi sebagai wiraswasta masih mendominasi pemesanan ORI025T3 sebesar 38,37 persen dan ORI025T6 sebesar 40,40 persen.

Berdasarkan gender, jumlah investor ORI025T3 dan ORI025T6 didominasi investor perempuan masing-masing sebesar 58 persen dan 51 persen. Secara profesi, ibu rumah tangga menduduki peringkat empat besar investor ORI025T3 dan ORI025T6.

Itulah informasi soal hasil penjualan ORI025T3 dan ORI025T6. Untuk diketahui, ORI termasuk investasi yang aman karena nilai pokok dan kupon dijamin oleh negara sehingga bebas dari risiko gagal bayar.

Baca juga: Berapa Persen Imbal Hasil dari Investasi ORI025?

Baca juga: Mau Investasi ORI025? Ini Daftar 27 Mitra Distribusi dan Linknya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Whats New
MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

Whats New
Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Whats New
Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Whats New
Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com