Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Tahun Koperasi Internasional 2025 dan Agenda Pembangunan bagi Presiden Mendatang

Kompas.com - 15/03/2024, 13:32 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

LEWAT Sidang Pleno ke-47, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional.

Dalam sidang itu, PBB memproklamirkan kembali Resolusi No. 47/90 tentang International Year of Cooperatives (IYC). Resolusi menyeru kepada negara-negara anggotanya untuk memperkuat peran koperasi dalam pembangunan sosial.

PBB dalam resolusi itu merekognisi efektivitas koperasi dalam pembangunan ekonomi dan sosial komunitas lokal. Hal itu berkontribusi pada pemberantasan kemiskinan dan kelaparan.

PBB juga mencatat bahwa perusahaan koperasi terbukti efektif dalam melayani kelompok marginal dan rentan. Di mana seringkali kondisi seperti itu tak dapat ditangani oleh perusahaan berorientasi keuntungan (investor-owned firm/ IOF).

Dalam maklumatnya, PBB juga mengakui bahwa koperasi berkontribusi penting terhadap peningkatan ketahanan pangan global melalui sistem pangan berkelanjutan, berketahanan dan inklusif.

Serta mengakui bahwa koperasi berkontribusi pada peningkatan status ekonomi perempuan, generasi muda, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. PBB juga menyatakan bahwa misi koperasi selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dengan rekognisi tersebut, PBB menyerukan kembali Tahun Koperasi Internasional yang dulu pernah dilakukan pada 2012.

Melalui Tahun Koperasi Internasional 2025, PBB mendorong semua negara anggota, organisasi internasional serta para pemangku kepentingan terkait untuk memanfaatkan dengan baik momentum itu.

Seruan kepada Pemerintah

Ada beberapa seruan PBB kepada negara-negara anggotanya. Pertama, penting bagi Pemerintah untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi koperasi.

Agar koperasi dapat lebih maksimal berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja yang layak, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan. Termasuk juga pada isu pendidikan dan perlindungan sosial, jaminan kesehatan, inklusi keuangan dan penciptaan perumahan yang terjangkau.

Kedua, Pemerintah perlu meninjau regulasi yang ada agar lebih kondusif bagi koperasi. Termasuk dengan memperbaiki peraturan perundang-undangan yang ada atau dengan membentuk peraturan baru.

Penyempurnaan regulasi itu perlu secara khusus memperhatikan isu terkait akses permodalan, otonomi, daya saing serta perpajakan yang adil bagi koperasi.

Ketiga, mengundang Pemerintah dan organisasi internasional untuk memperkuat kapasitas terutama pada inisiatif yang dijalankan oleh masyarakat miskin, generasi muda dan perempuan.

Tidak ketinggalan juga inisiatif untuk lansia, masyarakat adat, penyandang disabilitas dan mereka yang berada dalam kondisi rentan.

Keempat, Pemerintah harus memperkuat ketahanan pangan dengan implementasi sistem produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Maklumat itu mengatakan agar Pemerintah memberi dukungan besar kepada petani kecil, perempuan petani, kelompok tani serta koperasi pertanian dan pangan. Dukungan khususnya terhadap akses pasar dan permodalan.

Kelima, mendorong Pemerintah memperluas ketersediaan, aksesibilitas dan penyebaran penelitian mengenai koperasi. Pemerintah, kata PBB, juga perlu mengembangkan kerangka statistik untuk pendataan koperasi yang sistematis dan komprehensif.

Keenam, Pemerintah perlu mengembangkan regulasi dan kebijakan yang memberikan perempuan akses terhadap tanah dan mendukung koperasi perempuan dan pertanian. Juga kebijakan yang memungkinkan koperasi perempuan memperoleh manfaat dari proses pengadaan sektor publik dan swasta.

Terakhir, Pemerintah proaktif menciptakan lingkungan kondusif dalam pengembangan koperasi. Upaya itu antara lain mengintegrasikan koperasi ke dalam program pendidikan, termasuk kurikulum sekolah.

Serta memberikan dukungan pengembangan sumber daya manusia, teknologi informasi dan komunikasi, pendampingan teknis/pelatihan, serta mendorong pertukaran gagasan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan yang relevan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

Work Smart
Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Earn Smart
Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Whats New
Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Whats New
Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Whats New
Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Whats New
Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com