Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ada Tren Suku Bunga Rendah, Saham Sektor Apa yang Pantas Dilirik?

Sebelumnya, selama setengah tahun terakhir, bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran 6 persen. BI pun diprediksi bakal kembali menurunkan suku bunganya seiring dengan tren penurunan suku bunga oleh bank sentral global.

Chief Economist and Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan, era suku bunga rendah ini akan berlangsung lama lantaran negara-negara di dunia seperti negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat masih berupaya untuk mencapai target inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonominya.

Sehingga, menurutnya, saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga adalah saham yang pantas dilirik untuk saat ini.

"Kalau stock preference, kita lebih suka yang interest rate sensitive saat ini. Karena ada lower rate for longer tadi," ujar Katarina di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Saham yang pergerakan harganya sensitif terhadap pergerakan suku bunga bank Indonesia adalah saham-saham di sektor properti dan perbankan.

Sektor Telekomunikasi

Selain itu, Katarina juga memaparkan saham lain yang pantas untuk dipertimbangkan oleh investor, yaitu saham perusahaan telekomunikasi.

Menurut dia, kondisi persaingan di dunia usaha telekonomunikasi kian membaik. Selain itu, ada potensi peningkatan penggunaan data yang kian besar sehingga mendukung prospek pertumbuhan perusahaan.

"Telekomunikasi juga agak kebal terhadap penurunan growth (pertumbuhan ekonomi)," ujar dia.

Saham sektor tambang, terutama untuk logam dasar pun diperkirakan bakal memiliki prospek membaik di masa depan. Hal ini didukung dengan permintaan nikel yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir untuk mendukung kebutuhan industri mobil listrik.

Saham perusahaan properti untuk industri juga pantas dilirik. Adanya rekolasi beberapa perusahaan asing ke Indonesia untuk menghindari tarif perang dagang kembali menggairahkan sektor properti industrial.

"Ada potensi pertumbuhan FDI (foreign direct investment), ada beberapa (perusahaan) udah mencari tanah untuk buat pabrik di sini dan menjanjikan," jelas Katarina.

https://money.kompas.com/read/2019/08/21/110200426/ada-tren-suku-bunga-rendah-saham-sektor-apa-yang-pantas-dilirik-

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 8 Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK Massal 2023, Mulai dari IBM sampai Microsoft

Daftar 8 Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK Massal 2023, Mulai dari IBM sampai Microsoft

Whats New
KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

Whats New
Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Whats New
KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

Whats New
[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

Whats New
Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Whats New
Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Whats New
Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Whats New
Optimalkan 'Idle Cash', Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Optimalkan "Idle Cash", Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Whats New
Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Whats New
BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

Whats New
Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Whats New
Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Whats New
Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+