Salin Artikel

Penutupan Kode Broker Dinilai Bisa Cegah Praktik Ikut-ikutan Jual-Beli Saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menutup informasi kode broker di sesi perdagangan bursa dinilai dapat meminimalisir praktik herding behaviour atau ikut-ikutan dalam melakukan transaksi jual-beli saham.

CEO Big Alpha Tirta Prayudha mengatakan, dengan adanya kebijakan itu investor ritel bisa lebih bijak dalam bertransaksi saham, baik jika menggunakan analisa fundamental maupun analisa teknikal.

Menurut dia, saat ini sudah banyak sekali informasi yang bisa digunakan sebagai data points dalam menganalisa sebuah saham yang sudah tersedia luas.

"Dan sebaiknya, investor ritel yang baru masuk ke Bursa menggunakan informasi-informasi ini ketimbang sekadar mengikuti ‘siapa membeli saham apa,’ tanpa tahu lebih dalam mengenai emiten tersebut," kata Tirta dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

"Karena, meskipun kita bisa tahu broker mana membeli saham apa, akan jauh lebih sulit untuk mengetahui motif, alasan serta kepentingan mereka membeli saham-saham tersebut," tambah dia.

Jika mempertimbangkan pertumbuhan investor yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir, kata Tirta, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat dan bertujuan sebagai insentif agar investor melakukan pekerjaan rumahnya sendiri sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

"Perlu diketahui, herding behavior di bursa bisa memicu tindakan-tindakan yang bersifat spekulatif dan membuat pasar menjadi lebih tidak stabil dan memang sebaiknya diminimalisir," tutur dia.

Selain itu, Tirta menilai, penutupan kode broker saham merupakan salah satu bentuk perhatian dari bursa kepada investor ritel.

Pasalnya, tindakan herding behaviour kerap kali justru merugikan investor ritel.

"Penerapan kebijakan (penutupan kode broker) ini jika dilihat lebih dalam sebenarnya merupakan sebuah tanda bahwa otoritas Bursa memperhatikan kondisi dan isu-isu di lapangan," kata dia.

Sementara itu, Founder & CEO Investabook Muhammad Alfisyahrin mengatakan, penutupan kode broker merupakan kebijakan yang positif untuk ekosistem pasar yang lebih sehat.

"Strategi mengekor investor besar dengan membaca kode broker justru berpotensi menjebak kita pada saham yang kita sebenarnya tidak benar-benar yakin dengan prospeknya," ucap dia.

Sebagaimana diketahui, BEI resmi menerapkan penutupan kode broker sejak Senin (6/12/2021) kemarin. Ini dilakukan untuk mengikuti praktik pasar saham di sejumlah negara lain.

https://money.kompas.com/read/2021/12/09/164504126/penutupan-kode-broker-dinilai-bisa-cegah-praktik-ikut-ikutan-jual-beli-saham

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftar GoFood 2022 Online

Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftar GoFood 2022 Online

Smartpreneur
Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Whats New
Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Whats New
Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Whats New
Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Whats New
Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Smartpreneur
Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Whats New
Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Whats New
Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Whats New
Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Smartpreneur
Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Whats New
Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Spend Smart
Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Earn Smart
Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Rilis
Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.