Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Wapres Minta Manfaat Ekonomi Syariah Bisa Dirasakan Masyarakat

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menghadiri pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/4/2024).

Wapres meminta dengan adanya KDEKS Jabar ini bisa mendorong dan mengakselerasi empat fokus pembangunan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dia meminta hal pertama yang harus dioptimalkan pengembangnya yakni sektor industri produk halal, melalui penguatan ekosistem rantai nilai halal pada sektor-sektor unggulan daerah.  

"Dorong pemanfaatan Kawasan Industri Halal Jawa Barat melalui insentif, baik fiskal maupun nonfiskal, guna meningkatkan hilirisasi komoditas unggulan produk halal," ujarnya dalam pidatonya, Selasa (23/4/2024).

Wapres menerangkan, akselarasi sertifikasi halal ini difokuskan pada produk UMKM dan juga di sektor hulu. Mulai dari rumah potong hewan unggas dan ruminansia.

"Untuk mencapai target kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2024. Selain itu berikan juga dukungan anggaran untuk penambahan kuota program sertifikasi halal gratis," kata Wapres.

Selain itu, Wapres juga meminta KDEKS bisa mengembangkan sektor pariwisata ramah muslim sebagai tujuan wisata daerah.  

Lalu memperluas juga inklusi dan kontribusi keuangan syariah dalam pembiayaan pembangunan daerah dengan melalui penerapan inovasi jasa keuangan syariah dan teknologi digital.

"Keuangan syariah sejatinya telah turut berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Sejak 2013 hingga 2023, di Jawa Barat terdapat 315  proyek dengan nilai sekitar Rp17,8 triliun yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara. Untuk itu, terus dukung keberhasilan implementasi proyek-proyek ini ke depannya," ucap Ma'ruf.

Tak hanya sampai di situ, Wapres juga menginginkan KDEKS bisa menggali potensi pembiayaan keuangan syariah untuk proyek pembangunan daerah.

Caranya dengan penerbitan sukuk daerah dan pengembangan skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha syariah.

"Perkuat dan tingkatkan peran sektor perbankan syariah, seperti Bank Pembangunan Daerah dan Bank BJB Syariah, dengan mendorong pengembangan ragam layanan dan inovasi, termasuk transformasi digital," terang Wapres.

Di sisi lain, pengembangan ekonomi syariah ini harus bisa memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan tata kelola zakat dan wakaf produktif.

Diyakini dengan mengoptimalkan peran lembaga keuangan mikro syariah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat hal tersebut bisa tercapai. 

"Kolaborasi dan sinergi antara Pemda dan lembaga pengelola zakat dan wakaf sangat penting, termasuk dalam mendukung penurunan angka kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting," katanya.

"Dorong optimalisasi penghimpunan dan pengelolaan Wakaf Uang dan Wakaf Produktif, serta upaya peningkatan literasi, promosi, dan edukasi kepada masyarakat, terkait ragam inovasi produk wakaf," tambah Wapres.

Wapres menambahkan, melalui pengembangan ekonomi syariah ini harus juga ramah pada digitalisasi koperasi syariah dan Institusi Keuangan Mikro Syariah berbasis Masjid atau Pesantren.

Hal ini guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memperluas jangkauan pembiayaan syariah bagi pelaku usaha mikro.

Terakhir, dia meminta KDEKS Jabar bisa mengembangkan bisnis dan kewirausahaan syariah melalui optimalisasi program inkubasi usaha syariah.

Mengingat, Jabar sudah memiliki 6 Inkubator bisnis syariah aktif yang ke depan agar terus ditambah jumlahnya. Ekosistem Inkubator Bisnis Syariah ini perlu diperkuat, agar semakin banyak wirausaha berbasis syariah yang mampu berinovasi dan meningkatkan daya saing.

"Terus tingkatkan kualitas 3 Zona KHAS yang telah ada. Jawa Barat yang tersohor dengan kulinernya dapat menjadi pionir gerakan kuliner halal dan sehat di seluruh sentra-sentra kuliner lainnya," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2024/04/23/195231226/wapres-minta-manfaat-ekonomi-syariah-bisa-dirasakan-masyarakat

Terkini Lainnya

Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Whats New
Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkah Suku Bunga?

Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkah Suku Bunga?

Whats New
Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Work Smart
Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Whats New
Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Smartpreneur
HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

Whats New
Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Whats New
Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Whats New
Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Earn Smart
Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Whats New
Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Whats New
Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Whats New
10 Raja Terkaya di Dunia, Raja Inggris Tak Masuk Daftar

10 Raja Terkaya di Dunia, Raja Inggris Tak Masuk Daftar

Earn Smart
BPR Perlu Percepatan Digitalisasi untuk Hadapi Tantangan Global

BPR Perlu Percepatan Digitalisasi untuk Hadapi Tantangan Global

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke