Kompas.com - 27/03/2016, 08:17 WIB
Gabungan sopir taksi dan bajaj memarkirkan taksi di kawasan Monumen Nasional saat melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (22/3/2016). Mereka menuntut pemerintah menutup angkutan umum berbasis online karena dianggap mematikan mata pencaharian mereka. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESGabungan sopir taksi dan bajaj memarkirkan taksi di kawasan Monumen Nasional saat melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (22/3/2016). Mereka menuntut pemerintah menutup angkutan umum berbasis online karena dianggap mematikan mata pencaharian mereka. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
EditorAmir Sodikin

Apa saja pos-pos dalam komponen beban langsung? Itu terdiri dari komisi pengemudi, biaya bahan bakar minyak (BBM), biaya perbaikan/pemeliharaan/suku cadang, biaya KIR/perizinan, biaya penyusutan mobil, dan asuransi.

Komisi yang diberikan Blue Bird kepada para pengemudinya rata-rata 30 persen. Jadi, jika dalam satu hari pendapatan pengemudi sebesar Rp 600.000, maka pengemudi  bersangkutan mendapatkan komisi sebesar Rp 180.000.

Porsi biaya BBM rata-rata 21 persen, porsi biaya penyusutan 13 persen, porsi KIR/perizinan 1,4 persen, porsi perbaikan/pemeliharaan/suku cadang 3,8 persen, dan asuransi 0,2 persen.

Total porsi beban langsung terhadap harga sekitar 70 persen.

Biaya BBM antara taksi konvensional dan taksi online tentu sama.

Lalu di mana perbedaannya?

Taksi online umumnya tidak memperhitungkan biaya penyusutan mobil. Para pemilik mobil menganggap urusan jual beli mobil dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual beli mobil merupakan ranah pribadi yang tidak berkaitan dengan usahanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taksi online juga tidak perlu mengeluarkan biaya KIR dan perizinan karena tidak masuk dalam kategori angkutan umum.

Dengan demikian, beban biaya penyusutan dan biaya KIR sebesar total 14,4 persen dapat dihilangkan.

Ini pun dengan mengasumsikan, taksi online memperhitungkan biaya perbaikan/suku cadang dan asuransi. Padahal faktanya, banyak juga pemilik mobil yang menganggap biaya-biaya tersebut sebagai pengeluaran pribadi sehingga tidak diperhitungkan sebagai cost.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.