Pendapatan dari Cukai Plastik akan Digunakan untuk Pengolahan Sampah

Kompas.com - 12/07/2019, 14:49 WIB
Ilustrasi kantong plastik THINKSTOCKS/DAIZUOXINIlustrasi kantong plastik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai, Nasrudin Joko Surjono mengatakan, nantinya pendapatan dari pengenaan tarif cukai plastik akan digunakan untuk pengolahan sampah. 

“Tapi uang itu nantinya juga recycle lagi ke masyarakat. Dana-dana itu untuk pengelolaan sampah jadi dari situ. Dia jadi cost efektif bisa kendalikan sekaligus dapat dikembalikan ke masyarakat untuk mengelola kebijakan green tadi,” ujar Nasrudin di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Nasrudin menambahkan, besaran tarif cukai plastik masih dalam tahap pembahasan. Kebijakan ini diambil dalam rangka pengendalian sampah.

“(Cukai plastik) ini bukan mencari revenue, tapi memang sebagai instrumen pengendalian (sampah),” kata Nasrudin.

Rencananya, plastik yang akan dikenai cukai adalah kantong plastik sekali pakai yang ketebalannya di bawah 75 mikron. Meski begitu, besaran tarif cukai yang dikenakan pun berbeda.

Semakin ramah lingkungan atau mudah terurai, maka tarif cukainya semakin tinggi.

Misalnya, kantong plastik dengan waktu penguraian lebih dari 100 tahun akan dikenakan tarif cukai yang tinggi, sementara kantong plastik yang memiliki waktu penguraian 2-3 tahun dengan eksternalitas sedang ke tinggi pun tarif cukai yang dikenakan sedang ke tinggi.

Dengan adanya insentif ini, pemerintah berharap industri terdorong untuk menghasilkan plastik yang ramah lingkungan.

Sampai saat ini opsi tarif cukai yang digodok pemerintah adalah sebesar Rp 30.000 per kg, dengan tarif cukainya Rp 200 per lembar. Nantinya, harga kantong plastik akan berkisar Rp 450 hingga Rp 500 per lembar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X