Jangan Alergi terhadap Investasi, Ini Realisasi Investasi Era Jokowi-JK

Kompas.com - 15/07/2019, 12:00 WIB
Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019). YOUTUBE KOMPAS TVPresiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih Joko Widodo meminta semua pihak tidak ada yang alergi dengan investasi. Dia memastikan akan menggenjot investasi lima tahun ke depan.

"Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya," ujar Jokowi dalam acara Visi Indonesia, Minggu (14/7/2019) malam. 

Setiap kementerian dan lembaga dituntut berinovasi dan produktif untuk mengundang investasi seluas-luasnya ke Indonesia. Sebab, kata dia, investasi akan menjadi pintu masuk lapangan pekerjaan. 

Jokowi juga memastikan akan menindak tegas hal-hal yang menghambat investasi.

Baca juga: Jokowi: Jangan Ada yang Alergi Terhadap Investasi

"Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan," kata Jokowi.

Lalu, bagaimana investasi pemerintahan Jokowi-JK lima tahun ke belakang?

Jokowi pertama kali menjabat pada Oktober 2014. Berdasarkan data BKPM, capaian investasi 2014 sebesar Rp 463,1 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp 456,6 triliun.

Baca juga: Pidato Visi Indonesia, Jokowi Ancam Hajar Pungli dan Penghambat Investasi

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kedua kiri) dan KH Maruf Amin (kedua kanan) bersama Ibu Irianan Joko Widodo (kiri) dan Ibu Wury Estu Handayani (kanan) menyapa pendukung sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). Joko Widodo menyampaikan visi untuk membangun Indonesia di periode kedua pemerintahannya diantaranya pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan efektifitas serta efisiensi alokasi dan penggunan APBN.ANTARA FOTO/HAFIDSZ MUBARAK A Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kedua kiri) dan KH Maruf Amin (kedua kanan) bersama Ibu Irianan Joko Widodo (kiri) dan Ibu Wury Estu Handayani (kanan) menyapa pendukung sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). Joko Widodo menyampaikan visi untuk membangun Indonesia di periode kedua pemerintahannya diantaranya pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan efektifitas serta efisiensi alokasi dan penggunan APBN.
Angkanya meningkat 16,2 persen dibandingkan perolehan periode sebelumnya sebesar Rp 398,6 triliun.

Dari nilai investasi tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 156,1 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 307 triliun. 

Pada 2015, capaian investasi kembali menembus target dan mengalami pertumbuhan 17,8 persen. Realisasinya sebesar Rp 545,4 triliun dari target Rp 519,5 triliun.

Baca juga: Yuk Investasi, Pemerintah akan Buka Penawaran SBR007

Komposisi realisasi investasi terdiri dari PMDN yang meningkat 15 persen sebesar Rp 179,5 triliun, dan PMA meningkat 19,2 persen sebesar Rp 365,9 triliun.

Pada 2016, realisasi investasi yang tercatat di BKPM mencapai Rp 612,8 triliun atau tumbuh 12,4 persen. PMDN di 2016 sebesar Rp 216,2 triliun dan PMA sebesar Rp 386,4 triliun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X