Ribuan Nasabah Alihkan Saldo Tambahan Saat Error, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

Kompas.com - 22/07/2019, 06:38 WIB
ATM Bank Mandiri KOMPAS/HERU SRI KUMOROATM Bank Mandiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, anggota indeks KOMPAS100) Rohan Hafas mengaku pihaknya tidak akan menempuh jalur hukum dalam menagih saldo tambahan yang diterima nasabah dan terlanjur dipindahkan ke rekening lain.

“Kami tidak akan mengambil jalur hukum, mereka adalah nasabah kami, jadi kami akan ajak bicara dulu,” kata Rohan seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (22/7/2019).

Sebagai informasi, saat terjadi kegagalan sistem IT Bank Mandiri, Sabtu (20/7/2019) yang mengakibatkan tumpang tindihnya data rekening nasabah perseroan, tercatat ada 2.670 rekening yang tiba-tiba bertambah saldonya, dan sempat melakukan penarikan maupun memindahkan uang di saldonya ke rekening lainnya.

Baca juga: Layanan Bank Mandiri Sempat Bermasalah, Ini Kata OJK

Rohan mengatakan, telah memblokir rekening nasabah tersebut. Mulai Senin ini,  Kantor cabang Bank Mandiri akan menghubungi 2.670 nasabah pemilik rekening untuk mengomunikasikan hal terkait.

Namun Rohan enggan merinci apa yang akan dilakukan, maupun bagaimana cara Bank Mandiri menagih nasabah yang dapat saldo tambahan dan telanjur memindahkan dananya.

Jika mengacu General Conditions for Account Opening (GCAO) alias syarat dan ketentuan pembukaan rekening Bank Mandiri, penarikan tunai maupun memindahkan saldo tambahan tadi ke rekening lain sejatinya terhitung sebagai transaksi yang sah mengikat bank dan nasabah.

"Instruksi yang terekam dan dihasilkan dari sarana elektronik yang digunakan oleh bank merupakan bukti yang sah dan mengikat pemilik rekening dan bank," bunyi pasal 6.2 GCAO Bank Mandiri.

Baca juga: 5 Fakta Layanan Bank Mandiri yang Sempat Error

Dengan ketentuan tersebut, maka sejatinya transaksi dari saldo tambahan terhitung sah. Meskipun dalam pasal 2.3 GCAO pun dinyatakan jika terjadi perbedaan data antara bank dan nasabah, data milik bank yang diakui. Kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.

Namun Rohan menilai perseroan tetap dapat menagih dana yang terlanjur berpindah tersebut. Alasannya sumber dana bukan merupakan milik nasabah.

"Landasan hukumnya sederhana, kami memiliki data mutasi bahwa saldo tambahan tersebut bukan milik nasabah," ucapnya.

Mandiri error

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X