UE Pilih Kepala Eksekutif Bank Dunia Kristalina Georgieva untuk IMF

Kompas.com - 04/08/2019, 12:00 WIB
IMF shutterstock.comIMF

LONDON, KOMPAS.com - Setelah Lagarde dicalonkan menjadi kandidat pemimpin Bank Sentral Eropa (ECB) dan mengundurkan diri dari International Monetary Fund ( IMF), Uni Eropa akhirnya telah memilih seseorang untuk mengantikan posisi Lagarde.

Dikutip CNBC, Minggu (4/8/2019), Uni Eropa memilih wanita asal Georgieva, Bulgaria Kristalina Georgieva. Dia saat ini menjabat sebagai Kepala Eksekutif Bank Dunia.

Wanita berusia 65 tahun tersebut mendapat dukungan dari 28 negara dalam perundingan lebih dari 12 jam pada Jumat lalu.

 Dia berhasil mengalahkan 3 kandidat lainnya, yaitu mantan menteri keuangan Belanda dan presiden Eurogroup Jeroen Dijsselbloem, Menteri Keuangan Spanyol Nadia Calvino, dan Gubernur Bank Sentral Finlandia Olli Rehn.

Adapun negara-negara IMF dapat membuat nominasi hingga 6 September mendatang. Setelah itu, dewan IMF akan mewawancarai kandidat yang dicalonkan, yang bertujuan untuk menyelesaikan proses pemilihan Kepala IMF baru pada 4 Oktober.

IMF juga selalu dipimpin oleh orang Eropa sejak lembaga tersebut ciptaan. Sebaliknya, Amerika Serikat akan menunjuk orang Amerika menjadi Presiden Bank Dunia.

Kembali ke tahun 2011 saat Lagarde mulai memimpin IMF, ada dua topik yang harus ditangani, yaitu membangun kembali reputasi IMF setelah skandal yang melibatkan kepala IMF sebelumnya dan mendukung zona euro selama krisis utang negara.

Sekarang di tahun 2019, lanskap global nampaknya bisa dibilang lebih kompleks daripada 8 tahun lalu. Artinya, banyak tantangan lebih berat yang menanti pemimpin yang akan datang.

Faktanya, AS-China masih dalam panasnya perang dagang sejak 2 tahun lalu. Perang dagang dipandang sebagai batu sandungan terbesar bagi pertumbuhan global.

Pada saat yang sama, ada fokus kuat pada kebijakan moneter. Bagaimana bank sentral memutuskan untuk mendukung berbagai ekonomi? Apakah alat bank sentral masih efektif setelah hampir satu dekade sejak krisis utang negara?

Hal ini membuktikan, pemimpin IMF harus siap berperang untuk tetap eksis saat ekonomi dunia berkecamuk.

“Siapa pun yang akan memimpin IMF harus siap berperang. Perang dalam perang dagang dan perang mata uang. 2 hal itu adalah risiko yang muncul dan perlu ditangani,” kata kepala Pejabat Investasi di Kleinwort Hambros Mouhammed Choukeir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X